Sensus Ekonomi 2026 untuk memetakan potensi ekonomi kreatif Indonesia
Taruhan bola – Jakarta, IO – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), secara resmi meluncurkan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) untuk Sektor Ekonomi Kreatif di Jakarta pada Senin, 29 Juni.
Sensus ini bertujuan untuk memperkuat basis data ekonomi kreatif Indonesia, sehingga memberikan landasan yang lebih andal untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran dan berbasis bukti.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menekankan bahwa data yang akurat sangat penting bagi pembangunan nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, juga memandang Sensus Ekonomi 2026 sebagai hal yang penting untuk memetakan ekonomi kreatif negara ini secara komprehensif.
“Dengan data yang lebih komprehensif dan andal, pemerintah, asosiasi industri, akademisi, dan pelaku usaha dapat bekerja sama secara lebih efektif untuk memposisikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Baca Selengkapnya : UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional
Menurut Statistik Ekonomi Kreatif 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia terus meningkat, mencapai Rp1.
757,87 triliun pada tahun 2025, yang mencerminkan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 6,86 persen, jauh di atas tingkat pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Ekonomi kreatif juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja, yang menyumbang 18,7 persen dari total angkatan kerja nasional.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan bahwa lembaga tersebut akan terus memperbarui statistik ekonomi kreatif guna memastikan para pembuat kebijakan memiliki akses terhadap data terkini.
Ia menambahkan bahwa ekonomi kreatif yang aktif akan sangat penting dalam menghasilkan data berkualitas tinggi yang mencerminkan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan.