Menteri Pekerjaan Umum Indonesia Terjerat Masalah karena Keluarganya Terdaftar dalam Perjalanan Dinas

Menteri Pekerjaan Umum Indonesia Terjerat Masalah karena Keluarganya Terdaftar dalam Perjalanan Dinas

Menteri Pekerjaan Umum Indonesia Terjerat Masalah karena Keluarganya Terdaftar dalam Perjalanan Dinas

Slot online terpercaya – JAKARTA: Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjadi sorotan setelah sebuah dokumen resmi kementerian mencantumkan istri dan putrinya sebagai anggota rombongan yang direncanakan akan berangkat ke Amerika Serikat, sehingga memicu pertanyaan dari Ombudsman Indonesia dan masyarakat luas terkait transparansi serta penggunaan fasilitas negara.
Kontroversi ini muncul setelah sebuah surat yang diterbitkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan beredar luas di media sosial menunjukkan delapan delegasi yang dijadwalkan melakukan perjalanan ke New York dari tanggal 13 hingga 19 Juli.
Dokumen yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian, Apri Artoto, pada 29 Juni tersebut mencantumkan istri Dody, Irma Hermawati, dan putrinya, Aurellia Tsabitha Meidirama, di antara para peserta.

Dokumen tersebut menyatakan bahwa Irma akan bepergian menggunakan paspor diplomatik, sedangkan Aurellia akan menggunakan paspor biasa.
Menurut dokumen tersebut, delegasi Indonesia diharapkan menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi mengenai Tinjauan Tengah Periode Agenda Perkotaan Baru, yang diselenggarakan oleh Majelis Umum PBB (UNGA) dan diorganisir oleh PBB H Program Permukiman PBB (UN-Habitat).
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16 dan 17 Juli di New York.

Dimasukkannya anggota keluarga Dody ke dalam delegasi resmi telah memicu kritik di media sosial, dengan banyak pihak mempertanyakan apakah partisipasi mereka memang diperlukan dan sejalan dengan kebijakan penghematan pemerintah yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kementerian tersebut mengonfirmasi bahwa Irma dan Aurellia telah dimasukkan dalam dokumen perjalanan, namun membantah bahwa dana negara akan digunakan untuk membiayai partisipasi mereka.
“Saya harus menekankan bahwa tidak ada anggaran negara yang akan digunakan untuk menutupi biaya anggota keluarga.

Jika ada anggota keluarga yang ikut dalam perjalanan, semua biaya akan ditanggung secara pribadi,” kata Apri pada Selasa, seperti dikutip Kompas.com.
Dia menambahkan bahwa daftar tersebut disusun semata-mata untuk memfasilitasi pengajuan visa melalui Kementerian Luar Negeri dan menegaskan bahwa penerbitan paspor diplomatik untuk istri menteri tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Namun, penjelasan tersebut telah f Gagal meredakan kekhawatiran publik. Anggota Ombudsman, Maneger Nasution, mendesak kementerian tersebut untuk meningkatkan transparansi, tidak hanya mengenai alasan mengapa istri dan putri Dody dimasukkan ke dalam delegasi, tetapi juga bagaimana kementerian akan memastikan bahwa tidak ada dana negara atau fasilitas yang dibiayai dari uang publik yang digunakan untuk partisipasi mereka.
“Yang lebih penting lagi, [kementerian] harus memastikan bahwa partisipasi mereka sah, sesuai hukum, dan bebas dari konflik kepentingan, serta tidak ada penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan atau hak istimewa pribadi,” katanya pada hari Selasa.

Sebelum terjun ke dunia politik bersama Partai Demokrat, Dody memiliki hubungan bisnis dengan pengusaha Kalimantan Selatan, Andi “Haji Isam” Syamsuddin Arsyad, yang kepentingan bisnisnya mencakup perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proyek kawasan pangan Presiden Prabowo di Merauke, Papua Selatan.
Menteri berusia 60 tahun itu juga sebelumnya mengklaim bahwa “deep state” berusaha melemahkan posisinya setelah dokumen audit internal dari kementeriannya bocor, yang menuduh bahwa pihak-pihak berpengaruh sedang berupaya menjeratnya dalam kasus korupsi.