Biarawati misionaris tewas dalam letusan gunung berapi di Indonesia
Liga335 – Warga mengungsi saat Gunung Lewotobi Laki-laki meletus di Desa Boru, Flores Timur (AFP atau pemegang lisensi)
Suster Nikolin Padjo, seorang suster misionaris yang bertugas di Indonesia, termasuk di antara korban tewas setelah Gunung Lewotobi Laki-laki meletus secara tak terduga pada dini hari tanggal 3 November di Flores.
Oleh LiCAS News
Suster Nikolin Padjo dari Kongregasi Pelayan Misi Roh Kudus (SSpS) termasuk di antara korban yang tertimpa batu-batu vulkanik yang menghancurkan sebagian biara St. Gabriel, tempat tinggal 75 biarawati dan calon biarawati.
“Beberapa batu, yang juga jatuh dari lereng gunung berapi, menghantam atap-atap rumah, menewaskan sejumlah penduduk yang belum diketahui jumlahnya, termasuk Suster Nikolin,” kata Pastor Luigi Galvani, seorang misionaris Kamilian di Flores, kepada Kantor Berita Fides Vatikan.
Gunung berapi Lewotobi Laki-laki, yang terletak di antara provinsi Larantuka dan Maumere di Pulau Flores, meletus secara tiba-tiba, melontarkan gelombang lava, abu, dan puing-puing besar yang sangat dahsyat.
Letusan yang tak terduga tersebut Bencana tersebut berdampak pada ratusan keluarga di lima desa, meninggalkan kehancuran yang meluas.
“Di lima desa yang paling parah terdampak, lebih dari 1.
500 orang saat ini berkumpul di pusat-pusat evakuasi,” kata Pastor Galvani. “Saat ini, bantuan yang paling dibutuhkan adalah tenda, makanan, air minum, masker, obat-obatan, dan kasur.”
Pastor Galvani mengatakan bahwa paroki-paroki setempat telah merespons dengan menyediakan tempat tinggal sementara dan makanan bagi mereka yang mengungsi akibat letusan tersebut.
Sekolah dan ruang pastoral telah dialihfungsikan untuk menampung ratusan pengungsi, dengan dapur umum yang didirikan untuk menyediakan makanan.
“Semangat solidaritas tampaknya masih hidup dan kami berharap Gunung Lewotobi segera kembali tenang, sehingga ratusan keluarga dapat kembali ke rumah mereka,” kata Pastor Galvani.
Caritas Indonesia telah memprakarsai respons kemanusiaan bersama dengan beberapa keuskupan dan organisasi Gereja untuk memperlancar distribusi bantuan dan pengelolaan tugas, sehingga memungkinkan pemberian dukungan yang cepat dan efisien bagi para penyintas.
Bagian kemanusiaan Gereja Katolik di Indonesia menyatakan akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak.
Letusan tersebut telah menghentikan lalu lintas penerbangan di seluruh Flores, sehingga beberapa bandara ditutup, termasuk Maumere dan Larantuka.
Layanan feri yang terbatas masih beroperasi, menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di pulau tersebut terutama ke Kupang di Timor, sementara pulau tersebut masih mengalami aktivitas vulkanik lebih lanjut.
Artikel ini awalnya diterbitkan di https://www.licas.news/.
Semua hak dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin atau menerbitkan ulang tanpa izin dari pihak ketiga.