Indonesia mempertimbangkan penerapan pajak penghasilan 0% untuk menarik investasi ke pusat keuangan barunya
Slot online terpercaya – (7 Juli): Indonesia berencana memberikan insentif pajak yang luas untuk pusat keuangan internasional yang diusulkan, termasuk tarif pajak penghasilan efektif 0% bagi sejumlah perusahaan dan pakar keuangan asing.
Rancangan undang-undang untuk mendirikan Pusat Keuangan Internasional Indonesia, yang dibahas pada hari Senin dalam sidang dengar pendapat antara anggota parlemen dan para ahli hukum serta ekonomi, akan menawarkan pengurangan pajak penghasilan badan sebesar 100% bagi bisnis yang beroperasi di kawasan tersebut, bersama dengan pembebasan pajak penghasilan penuh bagi para ahli sektor keuangan asing.
Warga asing yang memegang apa yang disebut Visa Emas di kawasan tersebut mungkin tidak akan diperlakukan sebagai wajib pajak residen dalam negeri, sementara investor luar negeri yang memperoleh dividen atau hasil investasi lainnya dari pusat keuangan tersebut dapat dibebaskan dari pajak pemotongan atau pemungutan pajak di Indonesia.
RUU tersebut juga memungkinkan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN), membebaskan pajak penjualan barang mewah dan bea masuk, serta mengizinkan insentif pajak tambahan yang ditetapkan melalui peraturan pemerintah.
RUU tersebut akan memisahkan pusat keuangan tersebut dari sistem perpajakan domestik Indonesia Pasar c dengan melarang perusahaan-perusahaan di dalam zona tersebut menggalang dana publik atau melakukan transaksi dengan konsumen domestik di luar zona tersebut.
Pendanaan pusat keuangan ini akan bersumber dari sektor publik dan swasta, termasuk uang tunai, aset milik negara, aset yang dimiliki oleh badan usaha milik negara, entitas bisnis, divisi pengelolaan investasi dari dana kekayaan negara Danantara, atau saluran sah lainnya.
Anggota parlemen dan pemerintah sedang membahas usulan tersebut dan berupaya mengesahkannya menjadi undang-undang dalam beberapa pekan mendatang. Bali termasuk di antara wilayah yang dipertimbangkan sebagai lokasi pusat tersebut.
Rencana pusat keuangan ini merupakan upaya terbaru Presiden Prabowo Subianto untuk menarik modal guna mendukung agenda ekonomi yang dipimpin negara dan semakin ambisius di negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Prabowo telah berjanji untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi menuju angka 8% — angka yang belum pernah tercapai di Indonesia selama beberapa dekade — sambil meluncurkan program-program nasional yang membutuhkan sumber pembiayaan baru di luar anggaran negara.
Upaya ini akan menempatkan Indonesia dalam persaingan untuk menarik modal c Modal, manajer kekayaan, dan perusahaan keuangan yang memiliki pusat operasional mapan seperti di Singapura dan Hong Kong, serta Dubai. Pusat-pusat tersebut menarik minat investor tidak hanya melalui insentif pajak, tetapi juga melalui infrastruktur transportasi dan konektivitas, serta kepastian regulasi, sistem hukum yang khusus, dan kepercayaan investor — bidang-bidang yang perlu ditingkatkan oleh Indonesia di tengah melemahnya kepercayaan investor dalam beberapa bulan terakhir.
Manajer dana dan analis pemeringkat semakin waspada terhadap arah kebijakan Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo, dengan mengutip meningkatnya ketidakpastian, proses pengambilan keputusan yang lebih terpusat, serta tanda-tanda bahwa pengelolaan ekonomi menjadi semakin intervensionis. Latar belakang tersebut berisiko mempersulit upaya pemerintah untuk meyakinkan bahwa negara ini dapat menjadi pusat keuangan internasional yang tepercaya.
Berdasarkan rancangan undang-undang tersebut, zona yang diusulkan akan:
Mengizinkan bisnis di bidang perbankan, asuransi, layanan pensiun, pasar modal, logam mulia, family office, dan kegiatan keuangan lainnya, serta layanan profesional termasuk akuntan penasihat hukum dan konsultasi keuangan
Memiliki otonomi keuangan dan administratif, yang didukung oleh ketentuan hukum khusus yang memungkinkannya menerapkan atau menyesuaikan prinsip dan standar internasional
Mencakup pengadilan khusus dan badan arbitrase; pengadilan tersebut akan memiliki kewenangan luas atas sengketa bisnis, kontrak, dan masalah terkait pajak, dengan putusan yang bersifat final dan tidak dapat diajukan banding atau peninjauan kembali kecuali dalam kasus-kasus terbatas yang melibatkan arbitrase internasional
Diawasi oleh dewan yang dipimpin oleh seorang gubernur — yang ditunjuk oleh dan bertanggung jawab kepada presiden — yang berwenang untuk menerbitkan peraturan dan lisensi lebih lanjut, termasuk insentif tambahan terkait imigrasi, tenaga kerja, dan izin tinggal
Selama sidang dengar pendapat, para akademisi sebagian besar menyarankan agar pendirian pusat keuangan tersebut didukung oleh kerangka kelembagaan yang jelas, serta pengawasan dan manajemen risiko yang kuat dan terintegrasi.
Pemerintah juga perlu memastikan kesiapan tenaga profesional dan sumber daya manusia, serta infrastruktur keuangan dan hukum, guna mendukung kegiatan bisnis lintas batas yang mampu bersaing dengan pusat-pusat global yang sudah ada, kata mereka.