Di Indonesia, ribuan orang ditangkap dalam operasi penindakan besar-besaran terhadap geng dan kejahatan jalanan di seluruh negeri

Di Indonesia, ribuan orang ditangkap dalam operasi penindakan besar-besaran terhadap geng dan kejahatan jalanan di seluruh negeri

Di Indonesia, ribuan orang ditangkap dalam operasi penindakan besar-besaran terhadap geng dan kejahatan jalanan di seluruh negeri

Taruhan bola – 14 Mei 2025 JAKARTA – Kepolisian Nasional telah menangkap ribuan tersangka anggota geng dalam operasi berskala nasional yang menargetkan organisasi massa nakal dan kejahatan jalanan, di tengah meningkatnya laporan pemerasan dan penggelapan yang menurut para pemimpin bisnis merugikan iklim ekonomi negara. Juru bicara Kepolisian Jawa Timur, Komisaris Besar Jules Abraham Abast, mengatakan bahwa sejak dimulainya operasi pada 1 Mei hingga 10 Mei, pihak berwenang telah menangkap 1.475 tersangka terkait 1.

198 kasus terpisah di seluruh provinsi. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai sifat kasus-kasus tersebut atau apakah para tersangka ditangkap saat sedang beraksi. “Penangkapan ini menunjukkan komitmen kami untuk memberantas berbagai bentuk kejahatan jalanan yang mengganggu ketertiban umum.

Ini merupakan bagian dari strategi kami yang lebih luas untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan warga Jawa Timur,” katanya pada hari Minggu. Ia menambahkan bahwa kepolisian akan bekerja sama dengan militer, tokoh agama, dan pemangku kepentingan utama lainnya untuk memperkuat “ketahanan sosial “Kami juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan segala bentuk tindak kriminal kepada pihak berwenang. Jangan takut untuk bersuara, kami akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan cepat dan menjamin keselamatan mereka yang berani melapor,” ujarnya.

Sementara itu, Kepolisian Sumatera Utara menangkap 855 tersangka terkait 753 kasus pungutan liar, pemerasan, pelecehan, dan pengeroyokan sebagai bagian dari operasi nasional tersebut, demikian dilaporkan Tempo. “Dari 855 orang yang ditangkap, 730 di antaranya telah dibebaskan setelah menjalani rehabilitasi,” kata Kepala Kepolisian Sumatera Utara Insp. Jenderal Whisnu Hermawan pada Minggu, sambil menambahkan bahwa operasi tersebut akan berlangsung hingga 21 Mei.

“Operasi ini sangat penting untuk memastikan keamanan dan stabilitas yang berkelanjutan di Sumatera Utara, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” tambahnya. Di Jawa Tengah, pihak berwenang telah menangkap 276 orang yang diduga terlibat dalam perkelahian jalanan, balapan liar, pemerasan, dan pengoperasian tempat parkir ilegal sebagai bagian dari tindakan keras nasional tersebut. “Selain itu, kami telah menangkap 59 penghibur jalanan dan pemuda ‘punk’,” kata Kepala Operasi Kepolisian Jawa Tengah, Komisaris Besar Basya Radyanada, pada hari Minggu.

Basya berharap operasi ini dapat memperkuat kepercayaan di kalangan investor lokal dan pelaku industri serta menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan bisnis. Pada 9 Mei, Juru Bicara Kepolisian Nasional, Insp. Jenderal Sandi Nugroho, mengumumkan bahwa lebih dari 3.

300 kasus kejahatan geng telah diselesaikan sejak polisi meluncurkan operasi nasional melawan organisasi massa nakal dan kejahatan jalanan. Sandi mengatakan operasi nasional tersebut difokuskan pada penanganan kasus-kasus yang melibatkan pemungutan paksa, ancaman, perusakan fasilitas umum, penyerangan, provokasi, pencemaran nama baik, penyebaran berita palsu dan ujaran kebencian, serta penculikan yang terkait dengan organisasi massa. Menurut Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), maraknya pemerasan oleh organisasi massa nakal dan geng telah merugikan pelaku industri yang beroperasi di Di Indonesia, nilainya mencapai ratusan triliun rupiah.

Kawasan industri telah menjadi sasaran utama pemerasan oleh kelompok-kelompok ini, termasuk di pusat-pusat utama seperti Bekasi dan Karawang di Jawa Barat, Batam di Kepulauan Riau, serta di Jawa Timur. Taktik pemerasan biasanya mencakup pemaksaan terhadap perusahaan agar mempekerjakan kelompok-kelompok lokal untuk layanan konstruksi, akomodasi, dan katering. Mereka yang menolak akan menghadapi intimidasi, perusakan, atau gangguan berupa penutupan paksa pabrik atau demonstrasi yang melumpuhkan produksi.

Bulan lalu, pembangunan pabrik oleh produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, di Subang, Jawa Barat, diganggu oleh individu-individu dari organisasi massa yang tidak dikenal. Juga pada bulan yang sama, organisasi massa GRIB Jaya “menutup” sebuah perusahaan ban dan karet, PT Bumi Asri Pasaman, di Barito Selatan, Kalimantan Tengah, diduga karena klaim bahwa perusahaan tersebut gagal membayar salah satu pemasoknya. GRIB Jaya juga terlibat dalam insiden terpisah di Depok, Jawa Barat, pada 18 April, di mana.

Beberapa anggota organisasi tersebut membakar tiga kendaraan operasional kepolisian setempat, yang sedang berusaha menangkap seorang individu yang terkait dengan kelompok tersebut atas dugaan tindakan vandalisme. Menanggapi meningkatnya kekhawatiran terhadap organisasi massa nakal, pemerintah meluncurkan satuan tugas anti-pemerasan pada hari Senin. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan mengatakan bahwa praktik ilegal tersebut telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas negara, dengan menekankan bahwa setiap gangguan terhadap ketertiban umum harus diberantas karena keamanan merupakan landasan pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah juga telah meminta bantuan militer melalui Komandan Markas Besar Polisi Militer Nasional (Puspom TNI), Mayor Jenderal Yusri Yunarto, yang menyatakan bahwa militer akan mengerahkan personel intelijennya untuk membantu pemerintah dalam menangani organisasi massa nakal dan kejahatan jalanan.