AS Menyambut Baik Penguatan Kemitraan Pertahanan dengan Indonesia
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perang AS Pete Hegseth menyambut baik penguatan kemitraan pertahanan dengan Indonesia, yang terwujud melalui Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (MDCP) antara kedua negara. “Kemitraan ini menandakan kekuatan dan potensi hubungan keamanan kita …
memperkuat pencegahan regional, dan memajukan komitmen bersama kita terhadap perdamaian melalui kekuatan,” kata Hegseth saat menerima Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon pada Senin, 13 April 2026. Dalam pernyataan tertulis dari Departemen Perang AS, sebagaimana dilaporkan di Jakarta pada Selasa, Hegseth mengatakan kerja sama pertahanan dan keamanan antara Washington dan Jakarta “aktif dan terus berkembang,” dengan lebih dari 170 latihan militer bersama yang diselesaikan setiap tahun. “Kunjungan Anda (Menteri Sjafrie Sjamsoeddin) menunjukkan betapa pentingnya hubungan keamanan kami yang terus berkembang—dan memang aktif serta terus berkembang—dengan Indonesia bagi Departemen Perang,” kata Hegseth.
Selain mencapai MDCP dengan Di Indonesia, Hegseth juga menyampaikan apresiasinya atas bantuan Indonesia dalam memulangkan jenazah anggota militer AS yang gugur. “Saya menghargai dukungan berkelanjutan Anda dalam membantu Amerika Serikat menemukan, memulangkan, dan melindungi jenazah prajurit kami yang bertempur bersama warga Indonesia selama Perang Dunia II,” kata Hegseth kepada Sjamsoeddin. Menurut Hegseth, MDCP akan memungkinkan unit-unit Departemen Perang AS yang bertanggung jawab atas tawanan perang dan personel yang hilang dalam aksi untuk melanjutkan upaya memulangkan jenazah personel AS dari Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa MDCP memiliki tiga “tiang penyangga” yang diterapkan berdasarkan prinsip saling menghormati dan kedaulatan nasional. Ketiga prinsip tersebut adalah organisasi militer dan pengembangan kapasitas; pelatihan dan pendidikan militer profesional; serta latihan dan kerja sama operasional. Hegseth dan Sjamsoeddin sama-sama menggambarkan kerja sama pertahanan ini sebagai awal dari misi baru bagi kedua negara.
“Jadi, mari kita “Bab berikutnya dan misi baru kita bersama demi negara-negara besar kita,” kata Hegseth.