Model sirkular dipandang dapat mendorong pertumbuhan industri kelapa sawit Indonesia

Model sirkular dipandang dapat mendorong pertumbuhan industri kelapa sawit Indonesia

Model sirkular dipandang dapat mendorong pertumbuhan industri kelapa sawit Indonesia

Taruhan bola – Model ekonomi sirkular dipandang dapat mendorong industri kelapa sawit Indonesia
Industri kelapa sawit Indonesia berpotensi menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi dan memperkuat daya saing dengan mengadopsi model ekonomi sirkular di seluruh operasi hulu dan hilir, menurut seorang peneliti dari IPB. Siti Nikmatin dari Pusat Studi Kelapa Sawit IPB mengatakan bahwa pendekatan ini memungkinkan konversi limbah menjadi produk yang dapat dipasarkan, meskipun pelaksanaannya memerlukan keahlian ilmiah dan pengembangan teknologi. “Model ekonomi sirkular dapat dan harus diterapkan dalam industri kelapa sawit, namun hal ini bergantung pada pengetahuan dan teknologi untuk implementasi yang efektif,” ujarnya pada Kamis.

Kelapa sawit dianggap sebagai tanaman tanpa limbah, katanya, karena hampir seluruh bagian tanaman—mulai dari buah dan biji hingga daun, tandan kosong, dan batang—dapat diolah menjadi produk yang berguna.​​​​​​​Nikmatin menyoroti tandan kosong, yang dikenal sebagai TKKS, yang dapat diubah menjadi bahan biomaterial seperti helm, rompi anti peluru, dan alas kaki. Dia mengatakan bahwa penelitiannya.

Penelitian telah menghasilkan berbagai produk inovatif yang berasal dari limbah tersebut, yang menunjukkan penerapan praktis prinsip-prinsip ekonomi sirkular di sektor ini. Cangkang biji kelapa sawit juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mendukung transisi energi terbarukan, termasuk bahan bakar boiler, bahan bangunan, serta bahan baku untuk biobriket dan biopelet. “Upaya-upaya untuk memanfaatkan tandan buah kosong menjadi bahan biomaterial ini merupakan bagian dari penerapan model ekonomi sirkular dalam industri kelapa sawit,” ujarnya.

Nikmatin, seorang dosen di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas IPB, mengatakan bahwa penelitiannya telah menerima dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Kelapa Sawit Indonesia.“Terdapat bukti yang jelas bahwa badan tersebut mendukung penelitian inovatif untuk kemajuan sektor kelapa sawit Indonesia,” katanya.Ia menambahkan bahwa penerapan praktik sirkular dapat memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi dengan mengurangi limbah sekaligus menciptakan aliran pendapatan baru dari produk sampingan.

Di luar manfaat ekonomi dan lingkungan Selain keuntungan finansial, model ini juga dapat memberikan manfaat sosial dengan melibatkan masyarakat di sekitar perkebunan dan fasilitas pengolahan dalam kegiatan produksi berbasis limbah. “Jika perusahaan tidak mengolah semuanya secara internal, mereka dapat melibatkan masyarakat setempat, yang akan memberikan dampak positif bagi mereka yang tinggal di sekitar perkebunan kelapa sawit,” ujarnya.