Penghargaan Militer Tertinggi Diberikan kepada Panglima TNI
Liga335 daftar – Jenderal (GEN) Agus Subiyanto (kanan) bersama Presiden Tharman Shanmugaratnam (kiri) setelah menerima penghargaan Distinguished Service Order (Military) di Kementerian Pertahanan. GEN Agus Subiyanto (kiri) melakukan kunjungan ke Menteri Pertahanan, Bapak Chan Chun Sing (kanan), pada sore hari tadi. GEN Agus Subiyanto memeriksa Pasukan Penghormatan di Kementerian Pertahanan pada sore hari ini.
Panglima TNI Jenderal (Jenderal) Agus Subiyanto dianugerahi penghargaan militer tertinggi Singapura, Darjah Utama Bakti Cemerlang (Tentera) [Distinguished Service Order (Military)], oleh Presiden Tharman Shanmugaratnam di Kementerian Pertahanan (MINDEF) pada sore hari ini.
Jenderal Agus dianugerahi penghargaan tersebut atas perannya yang signifikan dalam memperkuat hubungan pertahanan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF). Di bawah kepemimpinan Jenderal Agus, pelaksanaan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan[1], yang mulai berlaku pada tahun 2024, terus berjalan lancar .
Kedua angkatan bersenjata juga terus menjalin pertukaran profesional secara intensif serta menggelar latihan bilateral rutin seperti Latihan Safkar Indopura, Latihan Eagle Indopura, Latihan Elang Indopura, Latihan Chandrapura, dan Latihan Manyar Indopura. TNI dan SAF juga berhasil menyelenggarakan latihan bilateral Latihan Lapangan Kontra-Terorisme serta Latihan Griffin Cakti tahun lalu. Interaksi-interaksi ini sangat meningkatkan interoperabilitas dan persahabatan antara kedua angkatan bersenjata.
Upacara pelantikan tersebut dihadiri oleh Menteri Pertahanan, Bapak Chan Chun Sing, Menteri Negara Senior Bidang Pertahanan, Bapak Zaqy Mohamad, Kepala Angkatan Bersenjata Laksamana Muda (VADM) Aaron Beng, serta pejabat pemerintah dan perwira militer senior dari Singapura dan Indonesia.
Jenderal Agus, yang berada di Singapura pada tanggal 6 hingga 7 Januari 2026, juga mengunjungi Perdana Menteri dan Menteri Keuangan, Bapak Lawrence Wong, di Istana, di mana mereka menegaskan kembali hubungan pertahanan bilateral yang erat dan telah terjalin lama antara Singapura dan Indonesia. Selain itu, Jenderal Agus menemui Bapak Chan dan Laksamana Muda Beng di Kementerian Pertahanan, setelah meninjau Pasukan Penghormatan.
[1] Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (DCA) adalah perjanjian yang saling menguntungkan yang ditandatangani sebagai bagian dari Perjanjian Kerangka Kerja yang Diperluas, yang mulai berlaku pada Maret 2024. Perjanjian ini telah memperkuat hubungan strategis antara kedua lembaga pertahanan, memfasilitasi interaksi yang lebih erat antara Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta menjadi landasan bagi kita untuk bekerja sama secara erat dengan Indonesia di bidang-bidang baru kerja sama pertahanan.