Indonesia berencana membangun pusat industri otomotif nasional dengan kapasitas 300.000 unit kendaraan
Liga335 daftar – Indonesia merencanakan pusat industri otomotif nasional dengan kapasitas 300.000 unit
Berita terkait: Menteri menegaskan industri siap meluncurkan proyek mobil nasional
Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin pada Rabu meninjau perkembangan Proyek Mobil Nasional, yang bertujuan mengembangkan pusat manufaktur otomotif dengan target kapasitas produksi 300.000 unit per tahun.
Proyek di Subang, Jawa Barat, ini telah ditetapkan sebagai instalasi strategis nasional dan diharapkan dapat memperkuat basis industri Indonesia, mendukung pengembangan teknologi, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang.Selama kunjungan tersebut, Sjafrie meninjau rencana fasilitas manufaktur, pusat rekayasa dan pengembangan kendaraan, fasilitas pengujian, serta infrastruktur pendukung lainnya yang tercantum dalam rencana induk proyek. Sjafrie, yang didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo B Revita dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Marsekal Udara Yusuf Jauhari, mengatakan bahwa.
Industri manufaktur strategis memainkan peran penting dalam memperkuat kemandirian industri dan ketahanan ekonomi Indonesia. “Kawasan Mobil Nasional merupakan fasilitas strategis yang memiliki peran penting dalam memperkuat industri nasional, penguasaan teknologi, dan pengembangan ekosistem manufaktur terintegrasi,” kata Sjafrie.Pemerintah mengharapkan proyek ini dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang signifikan bagi Subang dan daerah sekitarnya melalui peningkatan aktivitas industri, perluasan rantai pasok lokal, serta investasi tambahan di sektor manufaktur.
Fasilitas ini diproyeksikan akan menciptakan sekitar 2.000 lapangan kerja bagi lulusan perguruan tinggi dan tenaga kerja teknis setelah beroperasi, menurut para pejabat. Sjafrie mengatakan proyek ini juga akan membantu memperkuat kemampuan Indonesia dalam teknologi kendaraan listrik serta mendukung pengembangan keahlian dalam negeri di bidang manufaktur otomotif mutakhir.
Ia mengajak para pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama dan mempercepat pelaksanaan proyek ini. dan sebagainya, sehingga manfaat ekonomi, teknologi, dan industrinya dapat direalisasikan secepat mungkin.Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa mengatakan proyek ini akan dikembangkan dalam tiga tahap antara tahun 2026 dan 2028, dengan tahap pertama menargetkan kapasitas produksi tahunan sebesar 50.
000 unit pada tahun 2028.Rencana jangka panjangnya adalah memperluas kapasitas produksi menjadi 300.000 unit per tahun sebagai bagian dari upaya Indonesia untuk membangun industri otomotif dalam negeri yang komprehensif.
Kawasan pengembangan ini akan mencakup sekitar 539 hektar dan berfungsi sebagai ekosistem manufaktur otomotif terintegrasi yang terdiri dari fasilitas produksi, kantor, pusat pengujian, fasilitas penelitian dan pengembangan, serta infrastruktur pendukung.Pembangunan awal akan difokuskan pada bagian seluas 60 hektar dari lokasi tersebut yang dirancang untuk mendukung produksi tahunan sebanyak 50.000 unit kendaraan sebelum diperluas ke kapasitas operasional penuh.
Santosa mengatakan bahwa PT Pindad telah berinvestasi dalam sumber daya manusia selama beberapa tahun untuk mendukung proyek ini, termasuk perencanaan “Para ahli, insinyur, dan tenaga pelaksana yang dibutuhkan untuk pengembangan industri berskala besar.” “Kami telah berinvestasi dalam sumber daya manusia untuk proyek nasional ini selama beberapa tahun, mulai dari perencana dan pelaksana hingga tenaga ahli tingkat atas,” kata Santosa.