Ekspor mobil Indonesia mencapai rekor tertinggi di tengah penurunan penjualan domestik

Ekspor mobil Indonesia mencapai rekor tertinggi di tengah penurunan penjualan domestik

Ekspor mobil Indonesia mencapai rekor tertinggi di tengah penurunan penjualan domestik

Slot online terpercaya – 4 Februari 2026 JAKARTA – Ekspor mobil Indonesia melonjak ke rekor tertinggi di tengah permintaan domestik yang terus melemah. Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) mencatat ekspor sebanyak 518.000 unit kendaraan rakitan utuh (CBU) pada tahun 2025, menandai “rekor tertinggi sepanjang masa”.

Ekspor tersebut meningkat meskipun situasi pasar global tidak stabil, kata Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara pada hari Jumat, sambil menambahkan bahwa asosiasi tersebut belum mengidentifikasi faktor-faktor pendorong di balik lonjakan baru-baru ini, termasuk kemungkinan penimbunan stok untuk mengantisipasi hambatan global lebih lanjut. Ia mencatat bahwa permintaan dari beberapa negara tetap kuat. Kukuh juga menyoroti bahwa kinerja ekspor yang kuat tersebut menunjukkan “basis produksi otomotif nasional yang kompetitif”, yang mencerminkan kemampuan Indonesia dalam memproduksi berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil konvensional dan listrik hingga kendaraan niaga.

“Intinya, Indonesia telah mencapai swasembada [di industri otomotif]. Mobil listrik dapat diproduksi “Di sini [di dalam negeri]; kendaraan konvensional sudah memiliki alternatif bahan bakar nabati, dan [kapasitas produksi] kendaraan konvensional kami juga tetap kuat,” ujarnya, seperti dikutip Kontan. Gaikindo dan pemerintah berupaya mempertahankan permintaan global melalui upaya diversifikasi pasar ekspor, dengan menargetkan kawasan seperti Amerika Latin dan Timur Tengah guna mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional.

Asosiasi tersebut memandang rekor ekspor ini sebagai cerminan fondasi yang kuat bagi industri otomotif nasional untuk mempertahankan kinerjanya tahun ini di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut dan kondisi ekonomi global yang bergejolak. Sementara itu, permintaan domestik tetap menjadi perhatian bagi industri ini, dengan penjualan mobil di dalam negeri terus merosot di bawah level sebelum pandemi yang mencapai lebih dari 1 juta unit per tahun. Penjualan kendaraan roda empat di dalam negeri turun 7,2 persen secara tahunan (yoy) pada tahun 2025, menandakan permintaan domestik yang terus lesu meskipun ada diskon akhir tahun dan insentif pemerintah.

Penjualan mobil grosir, yang mengukur pengiriman dari pabrik ke dealer, mencapai total 803.687 unit tahun lalu, turun dari 865.723 unit pada tahun 2024, menurut data terbaru dari Gaikindo.

Penjualan eceran, atau transaksi dari dealer ke konsumen, juga turun 6,3 persen menjadi 833.692 unit. Meskipun terjadi kontraksi, volume grosir berada di atas perkiraan tahunan Gaikindo sebesar 780.

000 unit, angka yang mencerminkan revisi ke bawah dari proyeksi sebelumnya asosiasi tersebut sebesar 850.000 unit. Tahun lalu, pemerintah meluncurkan berbagai insentif untuk mendukung sektor otomotif negara ini, mulai dari produksi hingga permintaan konsumen.

Namun, insentif utama yang diterapkan dari tahun 2024 hingga akhir tahun 2025, yang memungkinkan produsen mobil mengimpor kendaraan listrik (EV) dalam bentuk rakitan lengkap (CBU) tanpa membayar bea masuk, pajak mewah, atau pajak pertambahan nilai (PPN), asalkan mereka berkomitmen untuk membangun pabrik di Indonesia, telah berakhir. Di sisi konsumen, pemerintah memberlakukan pembebasan pajak sebagian untuk pembelian kendaraan listrik dan hibrida yang memenuhi persyaratan minimum persyaratan kandungan lokal minimum. Belum jelas apakah pihak berwenang berencana memperkenalkan insentif baru untuk pembelian kendaraan roda empat tahun ini.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita baru-baru ini mengatakan bahwa pembahasan teknis mengenai insentif mobil masih berlangsung dengan Kementerian Keuangan.