Indonesia bersiap memproduksi bahan bakar jet secara mandiri, dengan target nol impor pada tahun 2026

Indonesia bersiap memproduksi bahan bakar jet secara mandiri, dengan target nol impor pada tahun 2026

Indonesia bersiap memproduksi bahan bakar jet secara mandiri, dengan target nol impor pada tahun 2026

Liga335 – Indonesia akan mengubah kelebihan produksi solar menjadi bahan bakar pesawat guna meningkatkan kemandirian energi dan mengurangi impor.
Pemerintah sedang mempersiapkan langkah-langkah lanjutan untuk memperkuat kemandirian energi nasional dengan mengubah kelebihan produksi solar menjadi bahan bakar pesawat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pemerintah, bersama dengan perusahaan energi milik negara PT Pertamina (Persero), sedang menyusun peta jalan untuk pengembangan fasilitas produksi bahan bakar jet dalam negeri.

Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah peluncuran program biodiesel wajib B50 di Karawang, Jawa Barat, pada hari Kamis.
Menurut Bahlil, pelaksanaan program B50 diperkirakan akan menghasilkan kelebihan pasokan solar yang signifikan, yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk produksi bahan bakar jet.
“Kami memperkirakan surplus solar kami akan mencapai antara 3 juta hingga 4 juta kiloliter,” kata Lahadalia di area istirahat jalan tol Jakarta-Cikampek di Karawang, Jawa Barat.

“Langkah kami selanjutnya adalah mendorong produksi bahan bakar jet,” Lahadalia mengatakan hal itu, sambil menambahkan bahwa komponen bahan baku tersebut hampir identik dengan yang digunakan untuk bahan bakar diesel, sebagaimana dikutip oleh Antara.
Ia menjelaskan bahwa kelebihan pasokan solar akan didorong oleh dua faktor utama: penerapan program biodiesel B50 wajib secara nasional yang dimulai bulan ini dan peningkatan kapasitas produksi kilang Balikpapan di Kalimantan Timur, yang kini telah dioptimalkan.
Kilang tersebut telah menambah kapasitas produksi sekitar 5,6 juta kiloliter, sehingga memperkuat pasokan bahan bakar dalam negeri.

Seiring dengan diluncurkannya program B50, pemerintah juga menyatakan bahwa Indonesia telah sepenuhnya menghentikan impor solar. Bahlil mengatakan pencapaian tersebut menandai tonggak penting dalam upaya negara ini untuk mencapai kedaulatan energi dengan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
Selain bahan bakar jet, pemerintah berencana mempercepat perluasan kilang untuk memproduksi berbagai jenis bensin beroktan tinggi, termasuk RON 92, RON 95, dan RON 98, sehingga memungkinkan pemenuhan kebutuhan bahan bakar nasional.

dipenuhi melalui produksi dalam negeri.
“Kami ingin semuanya diproduksi di dalam negeri,” tambah Lahadalia, menanggapi kekhawatiran publik yang telah lama ada terkait kerentanan energi negara ini.
“Hal ini akan menghilangkan spekulasi dari pihak luar yang menyiratkan adanya kecurangan atau manipulasi dalam impor bahan bakar kami.”