Indonesia membatasi perluasan kuota nikel untuk mendukung harga global

Indonesia membatasi perluasan kuota nikel untuk mendukung harga global

Indonesia membatasi perluasan kuota nikel untuk mendukung harga global

Slot online terpercaya – Indonesia membatasi perluasan kuota nikel untuk menopang harga global
Berita terkait: Kementerian mendesak pengelolaan mineral kritis yang optimal di tengah pergeseran global
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia mengumumkan pada hari Jumat bahwa pihaknya tidak akan memberikan penambahan kuota produksi nikel nasional secara menyeluruh.Langkah ini merupakan bagian dari strategi yang disengaja untuk melindungi harga komoditas global agar tidak anjlok akibat kelebihan pasokan, meskipun pengecualian akan diberikan secara ketat bagi pabrik peleburan dalam negeri yang menghadapi kekurangan bahan baku mendesak.”Tidak akan ada peningkatan kuota nikel, kecuali untuk memenuhi kebutuhan pabrik peleburan yang masih kekurangan pasokan,” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, di Jakarta.

Ia menyatakan bahwa setiap peningkatan kuota yang disetujui untuk menstabilkan pasokan bahan baku bagi pabrik peleburan dalam negeri tidak akan signifikan.Tujuan utama dari kebijakan ketat ini adalah untuk mencegah kelebihan pasokan di pasar, yang dapat memicu spiral penurunan harga nikel global. harga komoditas.

Meskipun mengambil sikap tegas, Tri mendorong perusahaan pertambangan yang memenuhi syarat untuk mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran (RKAB) yang masih tertunda sebelum batas waktu 31 Juli 2026.Keputusan pemerintah ini menanggapi spekulasi pasar yang semakin meningkat mengenai apakah revisi besar-besaran terhadap RKAB nikel akan diizinkan setelah periode evaluasi tengah tahun. Para pejabat menekankan bahwa semua usulan yang baru diajukan harus melalui proses peninjauan regulasi yang ketat sebelum mendapatkan persetujuan akhir.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 17 Tahun 2025, badan usaha dapat mengajukan penyesuaian RKAB setelah menyerahkan laporan berkala triwulan kedua, hingga tanggal 31 Juli tahun berjalan.Namun, kementerian menekankan bahwa revisi tersebut tidak otomatis disetujui. Sebagai cerminan dari pengetatan regulasi, kementerian telah menetapkan batas kuota produksi nikel nasional untuk tahun 2026 sebesar 250 juta hingga 260 juta ton.

Angka tersebut menunjukkan penurunan yang signifikan dari alokasi sebesar 379 juta ton yang ditetapkan berdasarkan Kerangka RKAB 2025. Pengurangan skala yang drastis ini dipicu oleh ketidakseimbangan pasokan dan permintaan yang parah, yang mengganggu pasar internasional batu bara dan nikel sepanjang tahun 2025. Sejak Indonesia pertama kali mengumumkan niatnya untuk mengatur secara ketat produksi nikel nasional pada Desember 2025, harga pasar dunia langsung menunjukkan tren kenaikan.

Kementerian berharap bahwa pengendalian produksi yang dipertahankan ini akan terus menekan kelebihan pasokan dan secara bertahap meningkatkan nilai perdagangan komoditas tersebut di pasar global.