Indonesia dan Malaysia melihat peluang untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi

Indonesia dan Malaysia melihat peluang untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi

Indonesia dan Malaysia melihat peluang untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi

Liga335 – JAKARTA (Bernama): Malaysia melihat peluang besar untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia di sektor pendidikan tinggi seiring dengan upaya negara tersebut yang semakin gencar untuk meningkatkan kapasitas tenaga akademis bergelar doktor dalam rangka agenda Transformasi Nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi (MOHE) Datuk Dr. Aminuddin Hassim mengatakan bahwa kerja sama tersebut dapat mencakup mobilitas mahasiswa, bimbingan dan penelitian bersama, program gelar ganda, serta jaringan di antara para peneliti muda dari universitas di kedua negara.

“Malaysia mencatat bahwa agenda pendidikan tinggi Indonesia saat ini mendukung Transformasi Nasional menuju Indonesia Emas 2045 dengan menekankan pada peningkatan jumlah tenaga akademik bergelar PhD.
“Diketahui bahwa sekitar seperempat dosen di Indonesia saat ini memegang gelar PhD, dengan target meningkatkan angka tersebut menjadi sekitar sepertiga pada tahun 2029. Malaysia melihat peluang yang signifikan untuk memperkuat kerja sama “dengan Indonesia dalam program pascasarjana dan doktoral,” ujarnya dalam pidatonya pada peluncuran program “Mega Ayo Kuliah di Malaysia 2026” di sini pada hari Sabtu.

Program ini, yang diselenggarakan oleh Education Malaysia Global Services (EMGS) dan Kementerian Pendidikan Tinggi (MOHE), digelar di Hotel Kempinski di sini dan mempertemukan 28 lembaga pendidikan tinggi Malaysia untuk mempromosikan peluang melanjutkan studi di Malaysia.
Hadir pula Chargé d’Affaires Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia Farzamie Sarkawi dan Chief Executive Officer EMGS Novie Tajuddin.
Aminuddin mengatakan hubungan pendidikan tinggi antara Malaysia dan Indonesia terus berkembang, dengan jumlah mahasiswa Indonesia yang terdaftar di Malaysia melebihi 12.

000 pada tahun 2025, menjadikan Indonesia sebagai sumber mahasiswa internasional terbesar kedua di Malaysia.
Menurut data EMGS, angka tersebut meningkat dari 9.695 mahasiswa pada tahun 2024.

Aminuddin mengatakan perkembangan ini memberikan landasan yang kuat bagi Malaysia dan Indonesia untuk dipandang tidak hanya sebagai mitra dalam mobilitas mahasiswa, tetapi juga sebagai mitra dalam pengembangan talenta di tingkat regional.
Ia mengatakan bahwa pendidikan tinggi tidak lagi sekadar menghasilkan lulusan, melainkan telah menjadi instrumen strategis untuk memperkuat perekonomian, mengembangkan teknologi, dan mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi perubahan global.
Ia menambahkan bahwa aspirasi Malaysia, yang menekankan penelitian berdampak, kolaborasi universitas-industri, dan komersialisasi inovasi, selaras dengan agenda penelitian Indonesia di bidang-bidang strategis, termasuk ketahanan pangan, energi, kesehatan, urusan maritim, digitalisasi, kecerdasan buatan, semikonduktor, dan manufaktur mutakhir.

Ia mengatakan bahwa Malaysia meyakini masa depan pendidikan tinggi di kawasan ini harus dibangun bersama, karena kedua negara memainkan peran penting sebagai katalisator bagi ekosistem pendidikan tinggi ASEAN yang lebih terbuka, inklusif, dan kompetitif.