Kepala Kepolisian Mengingatkan tentang Risiko Kejahatan Selama Lonjakan Perjalanan Natal
Slot online terpercaya – TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperhatikan arus dan mobilitas masyarakat selama periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang diperkirakan akan lebih ramai dari hari-hari biasa. Ia mengimbau para petugas di lapangan untuk lebih waspada terhadap potensi kegiatan kriminal dan memastikan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
“Saya imbau, karena lalu lintas akan sangat padat dan jumlah orang juga sangat tinggi, jadi saya minta semua petugas untuk waspada dan mengantisipasi masalah kriminal,” kata Sigit setelah memantau arus Nataru di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, pada Selasa, 23 Desember 2025. Sigit mengundang masyarakat untuk memanfaatkan pos layanan Nataru jika mengalami kesulitan selama perjalanan. “Pos layanan tersedia, dan masyarakat yang memiliki keluhan dapat melaporkannya di pos pengaduan,” ujarnya.
Sigit menyebutkan jumlah penumpang, terutama penumpang kereta api, diperkirakan akan terus meningkat. e hingga ratusan ribu. Peningkatan tertinggi dalam pembelian tiket diperkirakan akan terjadi pada 28 Desember 2025.
Dalam pernyataannya, Juru Bicara KAI Daop 1, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa jumlah tiket yang terjual untuk periode Transportasi Natal dan Tahun Baru (Nataru) dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 598.972 tiket. Angka ini setara dengan 86 persen dari total 3,5 juta kursi yang disediakan.
Pada Selasa, 23 Desember 2025, pukul 15.30, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat total 48.235 penumpang kereta api yang berangkat dari Jakarta.
Sementara itu, keesokan harinya, 48.235 penumpang akan menggunakan kereta api, dan 37.512 penumpang akan tiba di stasiun-stasiun Daop 1 Jakarta.
Stasiun Pasar Senen sendiri melayani total 39 perjalanan kereta per hari, terdiri dari 34 kereta reguler dan 5 kereta tambahan, dengan kapasitas 23.964 kursi. Pada Senin, 22 Desember 2025, jumlah penumpang yang berangkat tercatat 15.
797 orang, atau 66 persen okupansi, sementara jumlah. Jumlah penumpang yang tiba mencapai 13.761 orang, atau 57 persen.
Sigit menyatakan bahwa untuk operasi keamanan Natal dan Tahun Baru, mereka telah mengerahkan 234.000 personel. Mereka dibagi menjadi pos keamanan dan pos terpadu yang mencakup lembaga lain yang juga diperlukan dalam layanan Nataru.
“Ini selain kegiatan penanggulangan bencana,” tambahnya.