Indonesia berhasil mendapatkan tambahan dana sebesar $400 juta untuk proyek-proyek transisi energi yang berkelanjutan.
Liga335 – Indonesia memperoleh tambahan $400 juta untuk proyek transisi energi yang adil Berita terkait: Kepala PBB mengatakan peralihan ke energi terbarukan tak terhindarkan di seluruh dunia Jakarta (ANTARA) – Indonesia akan menerima tambahan dana sebesar US$400 juta untuk Kemitraan Transisi Energi yang Adil (JETP), sehingga total komitmen meningkat dari US$21,4 miliar menjadi US$21,8 miliar, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.Airlangga mengatakan kepada wartawan di Jakarta pada Kamis bahwa bank pembangunan Jerman KfW baru-baru ini menandatangani komitmen investasi untuk dua proyek transisi energi. “Jerman, melalui pembiayaan KfW, telah berkomitmen untuk dua proyek, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung Saguling,” kata Airlangga.
Dia menambahkan bahwa lebih dari 20 proyek saat ini sedang dalam proses pertimbangan pendanaan JETP. “Kami memiliki banyak proyek dalam daftar, lebih dari 20 yang sedang dalam proses,” kata Airlangga. Hingga saat ini, Indonesia telah memperoleh US$21,4 miliar dana JETP, di mana sekitar US$3,1 miliar telah digunakan.
Beberapa Proyek-proyek prioritas terdaftar di bawah JETP, baik yang siap untuk pendanaan maupun yang menunggu persetujuan. Proyek-proyek yang akan datang meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Mengapung Saguling, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Muara Laboh, pembangkit listrik dari limbah di Legok Nangka, jaringan transmisi Sulawesi, pembangkit listrik tenaga angin di Sumatra Selatan, dan program pengurangan penggunaan diesel.Dari total pendanaan sebesar US$21,4 miliar, US$11 miliar berasal dari Kelompok Mitra Internasional (IPG) dan US$10 miliar dari Aliansi Keuangan Glasgow untuk Net Zero (GFANZ).
Untuk mempercepat pengembangan energi bersih, pemerintah telah membentuk Tim Tugas Transisi Energi dan Ekonomi Hijau (Satgas TEH) untuk mempercepat implementasi JETP, termasuk perencanaan untuk JETP 2.0.Satgas ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan dana guna mendukung target Kontribusi Nasional yang Ditentukan (NDC) Indonesia dan memperluas kapasitas energi bersih negara.