Bank Indonesia: Sumatra Disasters May Trim Economic Growth
Liga335 daftar – TEMPO Interaktif, Jakarta – Bank Indonesia (BI) memprediksi bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat baru-baru ini akan menurunkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,017 persen. Namun, Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman mengatakan angka ini berdasarkan perhitungan awal.
“Dampaknya ke ekonomi memang negatif. Karena ini adalah perhitungan awal, maka estimasi dampak terhadap Produk Domestik Bruto tahun ini hanya minus 0,017 persen,” kata Aida dalam konferensi pers setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada hari Jumat, 19 Desember 2025. Dia mencatat bahwa penilaian tersebut mencakup 32 hari aktivitas ekonomi yang hilang di tiga provinsi di Sumatera.
Aida menjelaskan bahwa mengukur dampak bencana terhadap pertumbuhan merupakan hal yang kompleks. Para pejabat harus melihat lebih dari sekadar data keuangan dan memasukkan dampak sosial. Proses ini melibatkan beberapa faktor, termasuk hilangnya aset, produktivitas yang lebih rendah, penutupan bisnis lokal, dan biaya upaya rekonstruksi.
Mengenai inflasi di tiga negara yang terkena dampak bencana, kami menemukan bahwa ntuk harga-harga bahan pokok, BI masih menunggu data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, pantauan BI sendiri menunjukkan bahwa harga-harga bahan pokok seperti beras, telur, dan bawang sudah mulai membaik. “Harga daging ayam dan cabai rawit masih agak tinggi.
Namun secara keseluruhan, inflasi hanya sedikit di atas titik tengah target 2,5%,” tambah Aida. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga pangan naik karena terputusnya rantai pasokan, tekanan terhadap perekonomian secara keseluruhan masih terkendali. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya memperingatkan bahwa pertumbuhan di daerah-daerah yang dilanda banjir di Sumatera akan melemah.
Ia memberikan komentar ini terkait proyeksi pertumbuhan kuartal keempat, yang memiliki target maksimum 5,6%. “Pertumbuhan ekonomi di daerah terdampak bencana, khususnya Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, dipastikan akan mengalami penurunan,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025. Dia menyatakan bahwa pemerintah akan mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi di daerah lain untuk memastikan target nasional masih terpenuhi.
Alfitria Nefi Pratiwi berkontribusi dalam laporan ini. Alfitria Nefi Pratiwi berkontribusi dalam laporan ini.