Sri Mulyani Ungkap Apa yang Dibutuhkan Agar Ekonomi Indonesia Melejit: Butuh Investasi Rp 7.500 Triliun!

Sri Mulyani Ungkap Apa yang Dibutuhkan Agar Ekonomi Indonesia Melejit: Butuh Investasi Rp 7.500 Triliun!

Sri Mulyani Ungkap Apa yang Dibutuhkan Agar Ekonomi Indonesia Melejit: Butuh Investasi Rp 7.500 Triliun!

Liga335 – Sri Mulyani Ungkap Apa yang Dibutuhkan Agar Ekonomi Indonesia Melejit: Butuh Rp 7.500 Triliun Investasi!
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Menekankan Perlunya Setidaknya Rp 7.

500 Triliun Investasi Baru untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa Indonesia membutuhkan setidaknya Rp7.500 triliun investasi baru untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5% hingga 6% pada tahun 2026. Selain itu, konsumsi rumah tangga juga harus digenjot agar dapat tumbuh 5,5%, mengingat kontribusinya yang cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Peran Strategis Investasi dan Konsumsi

Sri Mulyani menjelaskan bahwa investasi saat ini berkontribusi sekitar 30% terhadap PDB, sehingga menjadi salah satu pilar utama penopang pertumbuhan ekonomi. Namun, yang tidak kalah penting adalah konsumsi rumah tangga, yang menyumbang sekitar 55% dari PDB dan membutuhkan perhatian serius. Pada kuartal pertama 2025, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tercatat hanya sebesar 4,89%, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan investasi.

masih jauh dari target 5%.
Untuk meningkatkan belanja konsumen, pemerintah akan mendorong penciptaan lapangan kerja, menjaga stabilitas inflasi, dan memperluas program-program perlindungan sosial. Beberapa inisiatif yang akan dilaksanakan antara lain Program Makanan Bergizi Gratis, pembentukan 80.

000 koperasi desa, dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada 2,3 juta peminjam.

Langkah-langkah Strategis Pemerintah

Pemerintah telah menggariskan sejumlah strategi untuk mendorong investasi dan konsumsi, termasuk:
Meningkatkan investasi melalui Badan Pengelola Investasi Danantara dan menciptakan iklim hukum dan peraturan yang lebih baik bagi para investor.
Menstimulasi konsumsi rumah tangga melalui distribusi bantuan sosial, subsidi, dan program pemberdayaan ekonomi domestik.
Mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta, serta mengoptimalkan belanja infrastruktur dan pengembangan ekonomi digital.

Fokus pada Pertumbuhan Berkualitas th

Sri Mulyani menekankan bahwa kombinasi investasi dan konsumsi, yang saat ini menyumbang sekitar 85% dari PDB, merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Beliau menambahkan bahwa tanpa dukungan investasi yang kuat dan konsumsi rumah tangga yang sehat, pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional akan sulit dicapai di tahun-tahun mendatang.