Penyakit jantung: Tidur 10 menit lebih lama setiap malam dapat menurunkan risiko
Liga335 – Temuan mereka dipublikasikan dalam jurnal *European Journal of Preventive Cardiology*. Karena perubahan gaya hidup yang besar bisa sulit dipertahankan, para peneliti ingin mengetahui apakah perubahan-perubahan kecil yang dikombinasikan tetap dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Karena penyakit jantung sering dipengaruhi oleh faktor-faktor gaya hidup yang dapat dimodifikasi, seperti pola makan dan olahraga, faktor-faktor ini sering menjadi prioritas utama yang ditargetkan oleh tenaga kesehatan ketika muncul masalah kesehatan jantung.
Para peneliti yang berbasis di Australia menggunakan data dari U.K. Biobank untuk melihat bagaimana perubahan kebiasaan sehari-hari memengaruhi kesehatan jantung.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di Amerika Serikat. Meskipun genetika dapat menjadi faktor dalam perkembangan penyakit jantung, banyak faktor risiko utama yang dapat dicegah. Beberapa faktor yang dapat dimodifikasi meliputi tidur, aktivitas fisik, dan pola makan, yang oleh para peneliti disebut sebagai SPAN dalam studi mereka.
Faktor-faktor ini saling terkait, karena tidur dapat mengganggu hormon lapar dan menyebabkan terhadap pola makan yang kurang sehat, sementara aktivitas fisik teratur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Meskipun obat-obatan dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan kolesterol, mengubah kebiasaan gaya hidup merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesehatan jantung. Namun, melakukan perubahan drastis pada kebiasaan makan atau aktivitas fisik bisa terasa menakutkan.
Misalnya, beralih dari sedikit aktivitas ke olahraga intensif setiap hari bisa terasa melelahkan dan sulit dipertahankan. Dengan mempertimbangkan hal ini, para peneliti dalam studi baru ini meneliti apakah melakukan perubahan kecil di setiap kategori SPAN dapat mengurangi risiko kejadian kardiovaskular mayor (MACE), termasuk serangan jantung, stroke, dan gagal jantung. Usia rata-rata peserta adalah 63 tahun.
Kelompok peserta yang besar, dengan total lebih dari 53.000 orang, terdiri dari sekitar 57% laki-laki dan 43% perempuan. Para peserta memakai perangkat untuk melacak tidur dan aktivitas fisik mereka.
Mereka juga mengisi kuesioner pola makan, yang digunakan para ilmuwan untuk menentukan skor makanan.