Kecelakaan di Chinatown: Ibu sadar kembali; Kedutaan Besar Indonesia menawarkan untuk mengkoordinasikan bantuan hukum jika diperlukan.

Kecelakaan di Chinatown: Ibu sadar kembali; Kedutaan Besar Indonesia menawarkan untuk mengkoordinasikan bantuan hukum jika diperlukan.

Kecelakaan di Chinatown: Ibu sadar kembali; Kedutaan Besar Indonesia menawarkan untuk mengkoordinasikan bantuan hukum jika diperlukan.

Liga335 – SINGAPURA: Ibu yang tertabrak mobil dalam kecelakaan mobil di Chinatown baru-baru ini telah sadar kembali dan dalam kondisi stabil di unit perawatan intensif, kata Kedutaan Besar Indonesia di Singapura pada Selasa (10 Februari). Menanggapi pertanyaan dari , kedutaan mengatakan bahwa wanita tersebut masih dalam perawatan medis intensif di unit perawatan intensif Rumah Sakit Umum Singapura (SGH), setelah mengalami luka serius, termasuk luka dalam dan patah tulang. Kedutaan Besar menambahkan bahwa putri korban yang berusia enam tahun dinyatakan meninggal di rumah sakit pada pukul 12.

44 siang pada 6 Februari, hari terjadinya kecelakaan, dengan penyebab kematian ditentukan melalui otopsi rumah sakit sebagai cedera kepala dan otak. Kedutaan Besar Indonesia menyatakan bahwa perwakilannya telah bertemu dengan keluarga korban, termasuk suami dan ayah korban, pada 6 Februari untuk “menyampaikan belasungkawa dan memberikan bantuan segera”. “Kedutaan Besar telah terus mendampingi keluarga sejak hari kejadian, termasuk sepanjang 7 Februari 2026, dan telah.

” “Pengaturan administratif yang memudahkan terkait penanganan dan repatriasi jenazah anak tersebut,” kata kedutaan, menambahkan bahwa pemakamannya telah dilakukan di Indonesia. “Kedutaan terus memantau kondisi medis ibu tersebut, sambil berkoordinasi dengan SGH mengenai perawatannya,” ujarnya. “Meskipun keluarga telah menyatakan niat untuk akhirnya memindahkan ibu tersebut ke Indonesia untuk perawatan medis lebih lanjut, dokter yang merawatnya telah menyarankan bahwa ia belum cukup sehat secara medis untuk dievakuasi.”

Kedutaan Besar Indonesia juga mengatakan bahwa mereka telah “berkoordinasi erat” dengan Kepolisian Singapura untuk memantau perkembangan penyelidikan hukum yang melibatkan pengemudi kendaraan. Mereka menambahkan bahwa wakil kepala misi dan stafnya bertemu kembali dengan keluarga pada Senin “untuk menyampaikan ucapan belasungkawa resmi dan mengoordinasikan bantuan lebih lanjut, termasuk kemungkinan fasilitasi dukungan hukum jika keluarga membutuhkannya”.