JAKARTA, DETIKNEWS (DELAPANTOTO) — Kabar duka menyelimuti keluarga besar tokoh militer dan politik nasional. Hj. Rugaiya Usman, istri tercinta dari mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jenderal TNI (Purn.) Wiranto, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu malam (16/11/2025).
Almarhumah Rugaiya Usman mengembuskan napas terakhirnya di usia 72 tahun setelah dirawat intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
Kronologi dan Penyebab Wafat
Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga dan kerabat dekat melalui pesan berantai.
- Waktu Wafat: Rugaiya Usman wafat pada hari Minggu, 16 November 2025, sekitar pukul 21.00 WIB.
- Penyebab: Almarhumah diketahui telah dirawat di RSPAD Gatot Soebroto dalam beberapa waktu terakhir karena sakit yang dideritanya. Meskipun demikian, pihak keluarga belum merilis detail penyebab pasti meninggalnya almarhumah.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar almarhumah Husnul Khotimah, diterima di sisi Allah SWT, dan diampuni segala dosa-dosanya. Mohon dimaafkan segala kekhilafan almarhumah,” demikian bunyi pesan duka yang beredar.
Sosok Pendamping Setia Jenderal Wiranto
Hj. Rugaiya Usman dikenal sebagai sosok istri yang sederhana, penyayang, dan menjadi pendamping setia Jenderal Wiranto melalui berbagai fase karier militer dan politik suaminya.
- Peran Kunci: Sepanjang karier Wiranto dari Panglima TNI hingga menjabat berbagai posisi menteri dan terakhir sebagai Ketua Wantimpres, Rugaiya selalu berperan aktif dalam kegiatan sosial dan organisasi istri perwira (seperti Dharma Pertiwi dan Persit Kartika Chandra Kirana).
- Keluarga: Dari pernikahannya dengan Wiranto, almarhumah dikaruniai empat orang anak yang kini juga berkiprah di berbagai bidang.
Rencana Pemakaman
Pihak keluarga saat ini tengah berkoordinasi untuk menentukan lokasi dan waktu pemakaman.
- Persemayaman: Jenazah almarhumah disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur.
- Prosesi: Rencananya, almarhumah akan dimakamkan secara militer dengan upacara kehormatan, mengingat status suaminya sebagai Purnawirawan Jenderal Bintang Empat TNI.
Menteri dan pejabat tinggi negara, termasuk para purnawirawan TNI, diperkirakan akan melayat dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah di rumah duka.