Indonesia muncul sebagai pemain kunci di pasar otomotif ASEAN: Menteri

Indonesia muncul sebagai pemain kunci di pasar otomotif ASEAN: Menteri

Indonesia muncul sebagai pemain kunci di pasar otomotif ASEAN: Menteri

Liga335 daftar – Indonesia muncul sebagai pemain kunci di pasar otomotif ASEAN: Menteri
Indonesia telah menjadi pemain kunci di pasar otomotif regional dan salah satu pusat otomotif terpadat di ASEAN, kata Menteri Industri Agus Gumiwang Kartasasmita. “Dengan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan, terobosan teknologi, inovasi, pertumbuhan kelas menengah, dan meningkatnya permintaan akan mobil, Indonesia telah menjadi pusat otomotif terpadat di Asia Tenggara,” kata Kartasasmita dalam pernyataannya yang diterima di sini pada Selasa.Pada acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 Power Dinner yang digelar di sini pada Senin (7 Agustus) malam, menteri tersebut menyatakan bahwa industri otomotif telah memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Indonesia memiliki 21 perusahaan industri kendaraan bermotor empat roda, dengan kapasitas produksi total 2,35 juta unit per tahun, ujarnya.Industri otomotif juga telah menyerap 38 ribu orang ke dalam tenaga kerja, dengan lebih dari 1,5 juta individu. Bekerja di rantai pasok otomotif dari tier-1 hingga tier-3.

Faktanya, sektor ini mampu menghasilkan devisa yang signifikan melalui prestasi ekspornya. Selain itu, ekspansi industri yang cepat telah membuka jalan bagi investasi besar-besaran, yang menghasilkan ekosistem yang kuat antara produsen, pemasok, dealer, dan penyedia layanan,” jelasnya. Kartasasmita menegaskan kembali komitmen kementerian untuk terus mendorong sektor industri dengan berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan (R&D), mendorong pertumbuhan inklusif, dan mempromosikan keberlanjutan lingkungan.”

Kami secara aktif mendorong sektor publik dan swasta untuk berkolaborasi agar industri otomotif Indonesia memiliki inovasi, efisiensi, dan daya saing tertinggi,” ujarnya.Pada kuartal kedua 2023, industri otomotif tumbuh 9,66 persen, lebih tinggi dibandingkan kinerja industri pengolahan non-minyak dan gas yang tumbuh 4,56 persen year-on-year (yoy).Pemerintah juga berupaya mengembangkan kendaraan listrik.

Kementerian Perindustrian optimis bahwa penjualan kendaraan listrik di Indonesia akan meningkat secara signifikan. Pada tahun 2022 saja, setidaknya 10 ribu kendaraan listrik telah terjual.