Indonesia menyerukan kolaborasi global untuk ketahanan kesehatan
Liga335 – Indonesia menyerukan kolaborasi global untuk ketahanan kesehatan
Berita terkait: Bio Farma perkuat pengembangan vaksin global melalui DCVMN
Jakarta (ANTARA) – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan kolaborasi global sangat penting untuk memperkuat ketahanan kesehatan, terutama untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin bagi semua negara. Hal itu disampaikannya secara virtual dalam pembukaan Pertemuan Tahunan (Annual General Meeting/AGM) Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN) ke-26 yang diselenggarakan di Bali, Rabu.”Kami terus memperkuat kolaborasi dengan mitra regional dan global untuk memperluas produksi lokal dan mendorong inovasi,” kata Sadikin dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Ia menekankan kolaborasi berkelanjutan dengan mitra internasional, termasuk Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), Gates Foundation, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan inisiatif Keamanan dan Kemandirian Vaksin ASEAN. Sadikin menekankan bahwa penundaan distribusi vaksin selama tahap awal pandemi menyoroti perlunya meningkatkan produksi lokal dan kerja sama internasional untuk mencegah ketidaksetaraan dalam akses. Sadikin mengatakan negara-negara berkembang memiliki potensi dan tanggung jawab untuk memainkan peran penting dalam masa depan industri vaksin global.”
Dengan memperkuat kapasitas produksi di wilayah berkembang, produsen tidak hanya lebih dekat dengan pasar mereka, tetapi juga meningkatkan rantai pasokan dan menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” katanya.Sadikin juga memuji anggota DCVMN yang telah mendefinisikan ulang pembuatan vaksin global melalui perluasan kapasitas, adopsi teknologi baru, dan kemitraan yang lebih kuat. Dia menyerukan model pembiayaan dan manufaktur yang inovatif untuk menjembatani kesenjangan dan membangun kapasitas vaksin yang mandiri di seluruh Afrika.
“Saya ingin melihat pendekatan baru dalam hal pembiayaan, pengadaan vaksin, dan manufaktur untuk memastikan kepastian pasar bagi anggota DCVMN dan sektor yang lebih luas,” ujar Sampath. Ia menambahkan bahwa APTF sedang memasuki fase operasional dan bertujuan untuk berpartisipasi penuh dalam memperkuat ekosistem vaksin di Afrika pada pertemuan DCVMN berikutnya.Dengan keterlibatan aktif Bio Farma (BUMN farmasi dan produsen vaksin) sebagai salah satu anggota utama jaringan, Indonesia berharap DCVMN akan terus mendorong kolaborasi praktis di antara industri dan pemerintah.
Perlindungan kesehatan global yang sesuai.