Indonesia Menyambut Baik Gencatan Senjata AS-Iran dan Dibukanya Kembali Selat Hormuz
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Indonesia menyambut baik gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran, serta harapan akan pulihnya lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang mengatakan perkembangan ini mencerminkan kesediaan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk menempuh jalur diplomatik.
“Indonesia memandang momentum ini sebagai awal yang positif dan mendorong semua pihak untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya guna mencapai penyelesaian damai yang berkelanjutan,” kata Yvonne di Jakarta pada Rabu, 8 April 2026.
Dia menekankan bahwa dialog dan diplomasi adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik. Oleh karena itu, kontribusi Indonesia dalam meredakan ketegangan di kawasan Teluk akan terus didasarkan pada pendekatan tersebut.
Indonesia, tambahnya, juga akan terus mendukung upaya diplomatik konstruktif yang bertujuan mencapai penyelesaian yang lebih permanen terhadap konflik tersebut. Upaya-upaya tersebut, menurut Yvonne, harus mengutamakan kepentingan o dengan warga sipil sebagai prioritas utama.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A.
Mulachela mengatakan gencatan senjata ini membuka peluang bagi pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
“Dengan perkembangan ini, kami berharap hal ini dapat berkembang menjadi penyelesaian konflik yang lebih permanen dan membawa dampak positif bagi kepentingan kami, baik dalam hal kebebasan navigasi maupun dalam jangka panjang,” kata Nabyl.
Ia mencatat bahwa perkembangan ini akan memiliki implikasi tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi kawasan Teluk dan komunitas internasional yang lebih luas.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran dan mengatakan Selat Hormuz akan segera dibuka kembali.
“Saya telah setuju untuk menangguhkan serangan udara dan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah,” kata Trump di Truth Social.
Menyusul pengumuman tersebut, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat akan dimulai pada Jumat, 10 April, di Islamabad, Pakistan.
Iran juga s menyatakan bahwa usulan gencatan senjata 10 poin yang diajukannya telah dianggap oleh Amerika Serikat sebagai landasan untuk negosiasi.