Indonesia menjaga stabilitas energi dengan langkah-langkah yang proporsional: staf
Liga335 – Indonesia jaga stabilitas energi dengan langkah-langkah proporsional: staf
Berita terkait: Indonesia amankan pasokan energi di tengah ketidakpastian di Selat Hormuz
Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia menjaga stabilitas energi nasional melalui langkah-langkah yang proporsional, terukur, dan adaptif di tengah ketegangan geopolitik di Asia Barat, kata seorang pejabat. “”Pemerintah terus memantau perkembangan ini dan mengambil langkah-langkah yang proporsional, terukur, dan adaptif,” kata Staf Khusus Wakil Presiden, Tina Talisa, dalam pernyataan tertulis yang dikutip pada Kamis. Menurutnya, kebijakan Transformasi Budaya Kerja Nasional, yang mulai berlaku pada 1 April 2026, merupakan bagian dari upaya untuk beradaptasi dengan situasi global yang dinamis.
Ia menyatakan bahwa pemerintah menghormati berbagai pandangan yang muncul terkait kebijakan tersebut, termasuk penerapan skema kerja dari rumah (WFH) satu hari dalam seminggu. “Bekerja dari rumah bukan berarti menghentikan pekerjaan atau beristirahat; ini adalah penyesuaian dalam cara kita bekerja agar tetap “Tetap produktif di tengah situasi yang dinamis,” jelasnya. Pemerintah meyakini bahwa pengalaman yang diperoleh selama pandemi COVID-19 membuktikan bahwa layanan pemerintah dan kegiatan ekonomi dapat terus berjalan secara efektif, bahkan ketika sebagian dilakukan secara jarak jauh.
Talisa lebih lanjut menekankan bahwa perubahan ini hanya berlaku pada metode kerja, bukan pada komitmen pemerintah terhadap pelayanan publik, yang tetap menjadi prioritas utama. Sektor-sektor yang memerlukan layanan langsung kepada masyarakat—seperti layanan kesehatan, layanan darurat, transportasi, dan layanan publik tatap muka—dijamin tetap beroperasi penuh tanpa pengurangan layanan.Dalam hal konsumsi energi, skema ini diharapkan memberikan manfaat, seperti penghematan bahan bakar, seiring berkurangnya mobilitas harian masyarakat.
Meskipun terjadi pergeseran konsumsi ke sektor rumah tangga, pemerintah meyakini bahwa efisiensi secara keseluruhan tetap dapat dicapai melalui pengelolaan yang tepat tanpa mengorbankan produktivitas. Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini adalah sebagai bagian dari proses adaptasi berkelanjutan, dengan menggunakan pendekatan yang menyeimbangkan optimalisasi layanan publik, pengelolaan sumber daya yang efisien, dan keberlanjutan kegiatan publik di tengah dinamika global.