Indonesia memprioritaskan pendidikan agama dalam rencana pemulihan pasca banjir.
Liga335 – Indonesia memprioritaskan pendidikan agama dalam rencana pemulihan pasca banjir Kementerian Agama Indonesia telah menempatkan sektor pendidikan agama sebagai prioritas utama dalam rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa 562 madrasah, 1.033 pesantren, dan 17 lembaga pendidikan tinggi Islam telah diidentifikasi sebagai sasaran prioritas untuk rehabilitasi.
Dalam pertemuan koordinasi nasional di Kementerian Dalam Negeri di Jakarta pada Senin, Umar mengatakan persiapan di pihak kementerian telah selesai. “Dari sisi Kementerian Agama, anggaran dan perintah pelaksanaan sudah disiapkan. Kami kini menunggu pelaksanaan teknis di lapangan, terutama terkait akses jalan dan jembatan yang masih rusak,” ujarnya.
Umar mengatakan rehabilitasi fisik madrasah dan pesantren akan dilakukan secara koordinasi Dengan Kementerian Pekerjaan Umum, yang memiliki wewenang atas proyek-proyek konstruksi. Kementerian ini juga memprioritaskan rekonstruksi tempat ibadah, dengan total 1.593 fasilitas dari berbagai agama yang diidentifikasi untuk dibangun kembali, termasuk kantor-kantor regional Kementerian Agama di daerah-daerah yang terdampak.
Umar mengakui bahwa anggaran kementerian untuk merekonstruksi rumah ibadah terbatas, tetapi mengatakan dana tambahan sebesar Rp9,35 miliar, atau sekitar US$558.000, telah dihimpun melalui inisiatif Kemenag Peduli yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.Selain rekonstruksi fisik, kementerian juga melaksanakan program pemulihan mental dan spiritual bagi komunitas terdampak melalui bantuan sosial-keagamaan, layanan konseling spiritual, dan distribusi puluhan ribu salinan Al-Quran dan kitab suci agama lain yang rusak akibat banjir.
“Pemulihan tidak dapat dicapai hanya dengan membangun gedung. Komunitas juga membutuhkan kedamaian batin dan spiritual.” panduan, dan memperkuat kohesi sosial.
Di sinilah Kementerian Agama berperan, bekerja hingga tingkat desa dan rumah ibadah,” kata Umar. Sebelumnya, kementerian tersebut mendistribusikan Rp75,82 miliar, atau sekitar US$4,5 juta, sebagai bantuan tanggap darurat, yang terdiri dari Rp66,47 miliar (US$3,9 juta) dari anggaran negara dan Rp9,35 miliar yang dihimpun melalui inisiatif Kemenag Peduli.Dari total dana tersebut, Aceh menerima Rp42,88 miliar, Sumatra Utara Rp21,39 miliar, dan Sumatra Barat Rp11,56 miliar, kata kementerian.