Indonesia memimpin penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk kepentingan publik di India AI Summit 2026.
Taruhan bola – Indonesia mengadvokasi penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk kepentingan publik dan pembangunan sosial di India AI Impact Summit 2026. Selama diskusi panel di summit tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Urusan Digital Nezar Patria mengatakan bahwa dampak global AI saat ini berada pada level “enam dari sepuluh.” “Transformasi digital tidak boleh berhenti pada penyediaan infrastruktur.
Yang dibutuhkan adalah akses yang bermakna, sehingga teknologi benar-benar menjadi solusi bagi kehidupan masyarakat,” katanya dalam pernyataan resmi yang diterima di sini pada Sabtu. Ia mencatat bahwa kemajuan AI harus disertai upaya untuk memastikan manfaatnya dirasakan secara lebih merata, terutama di negara-negara berkembang. Kementerian tersebut menekankan bahwa tantangan utama ke depan tidak hanya terletak pada pengembangan teknologi AI yang semakin canggih, tetapi juga pada memastikan teknologi tersebut menjawab kebutuhan publik yang nyata, mulai dari kesehatan dan pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Di Forum tingkat tinggi, Indonesia tampil bersama negara-negara Global Selatan lainnya, termasuk Togo dan Mesir, dalam panel yang membahas bagaimana negara-negara berkembang dapat mengarahkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan dampak sosial yang nyata. Partisipasi Indonesia mencerminkan pergeseran dalam tata kelola teknologi global, di mana negara-negara Global Selatan tidak lagi sekadar pengguna teknologi, tetapi semakin berperan dalam menentukan arah pengembangan AI global. Indonesia juga berbagi pengalamannya sebagai negara kepulauan dengan geografis yang beragam, di mana konektivitas digital menjadi alat kunci untuk layanan publik yang adil.
Dengan lebih dari 80 persen penduduknya terhubung ke internet, fokus digital Indonesia kini beralih dari perluasan akses ke peningkatan kualitas pemanfaatan teknologi, termasuk AI untuk layanan publik dan pengembangan sosial. KTT ini menandai momentum penting bagi negara-negara berkembang untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun AI yang inklusif, dapat dipercaya, dan berorientasi pada publik. Partisipasi Indonesia dalam Forum tersebut memperkuat posisinya sebagai “negara jembatan” yang menghubungkan berbagai kepentingan global dalam tata kelola teknologi masa depan.