Indonesia bersiap-siap untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025.

Indonesia bersiap-siap untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025.

Indonesia bersiap-siap untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025.

Slot online terpercaya – Jakarta (Indonesia): Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025, yang akan digelar di Senayan, Jakarta, dari tanggal 19 hingga 25 Oktober, seperti diumumkan oleh Ketua Federasi Senam Indonesia, Ita Yuliati, di sini pada Selasa. Hingga saat ini, 86 negara dan wilayah telah mendaftar untuk edisi ke-53 kejuaraan ini, yang merupakan rekor baru, menurut Ita. “Biasanya, kejuaraan dunia ini dihadiri oleh sekitar 70 negara [dan wilayah], dan kali ini sudah ada 86 negara [dan wilayah] yang mendaftar.

Ini adalah rekor tersendiri,” ujarnya. Acara ini akan mempertemukan lebih dari 600 atlet dari seluruh dunia untuk berkompetisi di turnamen internasional besar ini, lapor Xinhua. Ini akan menjadi kali pertama Indonesia, serta negara Asia Tenggara lainnya, menjadi tuan rumah acara ini.

Sebagai negara tuan rumah, Indonesia terus menyempurnakan semua aspek persiapan, termasuk kesiapan arena, pengaturan teknis, anggaran, dan kamp pelatihan. Untuk tim nasional, tambah Ita. Kejuaraan Senam Artistik Dunia diadakan setiap tahun, menampilkan kompetisi untuk pria dan wanita.

Kejuaraan pertama diadakan pada tahun 1903, awalnya untuk atlet senam pria. Kompetisi untuk wanita dimulai pada tahun 1934 dan diadakan setiap tahun. Kejuaraan ini diakui sebagai acara penting dalam kalender senam, berfungsi sebagai platform bagi atlet untuk bersaing memperebutkan gelar dunia dan kualifikasi Olimpiade.

Edisi terakhir Kejuaraan Senam Artistik Dunia diadakan pada tahun 2023 di Antwerp, Belgia. Kejuaraan Dunia, yang diselenggarakan setahun setelah Olimpiade, tidak memiliki kompetisi tim, yang memberi kesempatan bagi individu untuk bersinar lebih terang di panggung dunia. Negara-negara dapat mendaftarkan hingga enam atlet pria dan empat atlet wanita untuk berkompetisi di Jakarta, dengan maksimal tiga atlet yang berkompetisi di setiap alat.

Sepuluh gelar alat — enam untuk pria dan empat untuk wanita — akan diperebutkan, serta gelar All-Around baru untuk pria dan wanita. Juara-juara juga akan diumumkan. Kualifikasi individu akan berlangsung selama tiga hari, dengan delapan subdivisi kompetisi pria pada 19 dan 20 Oktober, serta 10 subdivisi kompetisi wanita pada 20 dan 21 Oktober.

Final All-Around pria dan wanita dijadwalkan pada 22 dan 23 Oktober, diikuti oleh dua hari final alat setelah itu.