BENCANA NASIONAL THAILAND: Banjir Terparah 25 Tahun Renggut 162 Jiwa, Jutaan Warga Terdampak

BANGKOK, THAILAND (liga335) — Thailand dilanda krisis kemanusiaan dan bencana alam terparah dalam seperempat abad terakhir. Banjir monsun yang meluas dan berlangsung selama lebih dari sebulan telah menyebabkan kehancuran infrastruktur masif dan menelan korban jiwa. Pemerintah Thailand mengonfirmasi pada Sabtu malam (29/11/2025) bahwa total korban meninggal dunia akibat bencana ini telah mencapai 162 orang, sementara jutaan warga terdampak langsung dan ratusan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.

Bencana ini diperkirakan menjadi yang terburuk sejak banjir besar pada tahun 2000, memicu status darurat nasional di beberapa provinsi.


I. Skala Kerusakan: Meluas ke 15 Provinsi

 

Intensitas hujan monsun yang tidak biasa di penghujung tahun menjadi pemicu utama bencana ini. Air bah meluap dari sungai-sungai utama, merendam lahan pertanian dan pusat kota.

  • Korban Jiwa dan Pengungsi: Total 162 korban jiwa sebagian besar disebabkan oleh tenggelam dan longsor. Lebih dari 300.000 rumah tangga di 15 provinsi terdampak, dengan ratusan ribu orang terpaksa mengungsi ke tempat penampungan darurat.

  • Kerugian Ekonomi: Kerugian ekonomi awal diperkirakan mencapai miliaran Baht. Sektor pertanian (lahan padi dan perkebunan) dan pariwisata (terutama di wilayah tengah dan selatan) mengalami pukulan terberat.

  • Wilayah Terdampak Utama: Banjir merendam wilayah-wilayah yang berdekatan dengan ibu kota, termasuk Ayutthaya dan Pathum Thani, serta meluas ke provinsi-provinsi di selatan yang merupakan pusat industri.

II. Respon Pemerintah dan Bantuan Internasional

 

Pemerintah Thailand segera mengaktifkan mekanisme darurat nasional untuk menanggapi bencana ini.

  • Status Darurat: Perdana Menteri Thailand mendeklarasikan Status Darurat Bencana di beberapa provinsi yang paling parah, memobilisasi personel militer untuk membantu operasi penyelamatan dan distribusi bantuan.

  • Bantuan Kemanusiaan: Pemerintah telah mendistribusikan jutaan paket bantuan, obat-obatan, dan layanan kesehatan darurat. Namun, tantangan logistik masih besar karena banyak jalan utama yang terputus.

  • Dukungan Global: Thailand telah menerima tawaran bantuan dari negara-negara tetangga dan badan internasional, termasuk PBB dan Palang Merah Internasional, untuk rehabilitasi dan rekonstruksi.

III. Tantangan Pemulihan Jangka Panjang

 

Banjir ini meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi Thailand. Selain rekonstruksi fisik, pemerintah harus menghadapi masalah kesehatan masyarakat (post-disaster) dan dampak jangka panjang pada ketahanan pangan. Fokus utama saat ini adalah memastikan ketersediaan air bersih dan mencegah penyebaran penyakit pasca-banjir.