Aktivis Greenpeace Indonesia menyerahkan bukti ancaman berupa bangkai ayam kepada polisi.

Aktivis Greenpeace Indonesia menyerahkan bukti ancaman berupa bangkai ayam kepada polisi.

Aktivis Greenpeace Indonesia menyerahkan bukti ancaman berupa bangkai ayam kepada polisi.

Taruhan bola – TEMPO.CO, Jakarta – Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, pada Rabu menyerahkan bukti dugaan kampanye intimidasi kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), termasuk bangkai ayam yang dipenggal dan ancaman tertulis yang dikirim ke rumahnya.
Bangkai ayam tersebut, disertai pesan ancaman, dikirimkan ke kediaman Iqbal di Bogor, Jawa Barat, pada 30 Desember 2025.

Berbicara di markas Bareskrim Polri pada Rabu, 14 Januari 2026, Iqbal mengatakan ia menyerahkan baik bukti fisik maupun catatan tertulis kepada penyidik. “Kami menyerahkan bangkai ayam dan ancaman tertulis,” kata Iqbal.
Pesan tertulis yang diduga diterima Iqbal berisi peringatan: “Jaga kata-katamu jika ingin melindungi keluargamu.

Kata-katamu adalah harimau.” Iqbal mengajukan laporan berdasarkan Pasal 449 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yang mengatur tindak pidana yang melibatkan ancaman tertulis dalam kondisi tertentu. Dia didampingi oleh penasihat hukum dari Tim Advokasi Demokrasi (TAUD).

Perwakilan TAUD, Gema Gita Persada, mengatakan bahwa kelompok tersebut berusaha mengajukan pengaduan komprehensif yang menanggapi apa yang mereka gambarkan sebagai pola intimidasi yang lebih luas terhadap aktivis dan tokoh publik yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. Selain Iqbal, TAUD juga mendampingi kreator konten Yansen, yang melaporkan telah menerima ancaman setelah mengkritik penanganan pemerintah terhadap bencana di Sumatra.
Gema mendesak Bareskrim untuk menyelidiki insiden-insiden tersebut sebagai bagian dari pola intimidasi yang dilaporkan sejak awal 2025, mengutip kasus di mana kepala babi dikirim ke kantor Tempo dan ditujukan kepada jurnalis Francisca Christy Rosana.

“Ini bukan lagi bentuk intimidasi rutin. Ini telah meningkat menjadi tindakan teror yang diduga menciptakan ketakutan luas,” kata Gema.
Menurut TAUD, kampanye intimidasi ini menargetkan aktivis, jurnalis, dan influencer yang telah berbicara tentang.

Penanganan bencana di Sumatra. Selain Iqbal dan Yansen, DJ Dony dilaporkan menerima ancaman serupa berupa bangkai ayam, sementara rumahnya kemudian menjadi sasaran serangan bom molotov pada 31 Desember 2025. Influencer Sherly Annavita juga melaporkan menerima ancaman tertulis, dan rumahnya dilempari telur busuk.