Kendaraan asal Tiongkok semakin memanaskan persaingan di pasar otomotif Indonesia – ObserverID
Liga335 daftar – Jakarta, IO – Bambang Widjanarko, Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, menyoroti masuknya kendaraan asal Tiongkok ke Indonesia, termasuk mobil penumpang dan truk niaga. Masuknya kendaraan dalam jumlah besar ini mengguncang sektor otomotif nasional, memperketat persaingan pasar sekaligus menawarkan pilihan produk yang lebih beragam kepada konsumen.
“Kendaraan asal Tiongkok, baik mobil penumpang maupun truk komersial, dilengkapi dengan fitur-fitur teknologi canggih yang bertujuan untuk memuaskan pelanggan mereka,” ujarnya pada Kamis, 23 Januari.
Merek-merek truk asal Tiongkok, khususnya, dipandang menguntungkan bagi anggota APTRINDO. Para produsen tersebut bersaing untuk menawarkan desain karoseri (karoshi), mesin, dan fitur modern dengan harga yang relatif lebih rendah dibandingkan merek-merek ternama dari Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.
Bambang juga menanggapi rumor mengenai truk-truk asal Tiongkok yang menghindari proses sertifikasi atau tidak memiliki dokumen registrasi.
Ia mengklarifikasi bahwa setiap kendaraan yang beroperasi di Jalan umum di Indonesia wajib memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang masih berlaku setelah lulus uji sertifikasi yang diperlukan.
Baca Selengkapnya: Tarian terakhir para “Daddies” di Indonesia Masters 2025
Pengecualian hanya berlaku untuk kendaraan yang digunakan secara eksklusif di kawasan pribadi (tidak memasuki jalan umum), seperti perkebunan atau tambang, yang tidak memerlukan STNK.
“Persaingan antar merek truk harus dipandang sebagai perkembangan positif,” kata Bambang.
“Harga yang lebih rendah, sekitar 300–400 juta rupiah lebih murah dibandingkan merek-merek lama, akan secara signifikan mengurangi biaya investasi bagi pengusaha truk. Hal ini penting karena harga truk dan suku cadang terus naik, sementara tarif angkutan tetap sama kecuali jika terjadi kenaikan harga bahan bakar bersubsidi seperti Biosolar.