Indonesia dan Tiongkok menjajaki kerja sama di bidang kesehatan yang lebih mendalam dalam pembicaraan di Beijing

Indonesia dan Tiongkok menjajaki kerja sama di bidang kesehatan yang lebih mendalam dalam pembicaraan di Beijing

Indonesia dan Tiongkok menjajaki kerja sama di bidang kesehatan yang lebih mendalam dalam pembicaraan di Beijing

Liga335 daftar – Indonesia dan Tiongkok menjajaki kerja sama kesehatan yang lebih mendalam dalam pembicaraan di Beijing
Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengundang pemerintah Tiongkok untuk meningkatkan kerja sama di bidang kesehatan, dengan menekankan pada pencegahan tuberkulosis, obat-obatan tradisional, dan optimalisasi teknologi untuk layanan kesehatan. “Tiongkok dan Indonesia memiliki banyak prioritas yang sama di sektor kesehatan, terutama dalam hal transformasi layanan medis dan pencegahan penyakit. Untuk mencapai tujuan bersama, kedua negara dapat saling belajar sambil menjalin kerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Sadikin menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan bilateral dengan Kepala Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Tiongkok, Lei Haichao, di Beijing, Tiongkok, pada Jumat (27 Oktober), menurut pernyataan yang diterima pada Minggu.Menteri tersebut menyampaikan keinginan Indonesia untuk belajar dari keberhasilan Tiongkok dalam menurunkan prevalensi tuberkulosis dari tingkat sedang menjadi rendah, memperkuat digitalisasi sistem kesehatan, serta memanfaatkan teknologi canggih seperti t Antarmuka otak-ke-komputer. Ia juga mengapresiasi Beijing atas dukungannya terhadap program beasiswa yang memfasilitasi 113 dokter Indonesia untuk belajar di berbagai rumah sakit di Tiongkok selama setahun terakhir.

Selama kunjungannya ke Beijing, ia bertemu dengan beberapa peserta program tersebut. Sambil bertukar pandangan mengenai layanan kesehatan masyarakat dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan, Sadikin mengundang Kepala NHC Lei ke Indonesia untuk menghadiri pertemuan komite bersama, dengan harapan dapat memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang di sektor ini.Ia juga memanfaatkan kunjungan ke Beijing dengan menyampaikan pidato kunci di Forum Zhongguancun 2026, atas undangan Universitas Tsinghua dan Akademi Teknik Tiongkok.

Duta Besar Indonesia tersebut menyoroti kecerdasan buatan (AI) dalam pidatonya, dengan berpendapat bahwa AI tidak akan pernah menggantikan dokter, namun mereka yang gagal memanfaatkan teknologi tersebut akan tertinggal. Selain itu, ia bertemu dengan perwakilan dari perusahaan peralatan kesehatan, farmasi, AI, dan robotika Tiongkok, yang menghasilkan penandatanganan perjanjian antara sebuah perusahaan farmasi Indonesia dan Sinovac dari Tiongkok mengenai pengembangan dan produksi vaksin. Agenda kunjungannya di Beijing ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementerian Kesehatan dan lembaga-lembaga kesehatan Tiongkok dalam pertemuan antara Presiden Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang tahun lalu.

Kedua negara telah sepakat untuk bekerja sama dalam bidang pengobatan tradisional Tiongkok, penanganan tuberkulosis, dan pertukaran tenaga ahli.