Filosofi di balik kolak, camilan berbuka puasa khas Indonesia – ObserverID
Liga335 – Jakarta, IO – Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia memiliki sejumlah tradisi unik selama bulan Ramadan. Salah satunya adalah menyantap camilan berbuka puasa (iftar) yang rasanya manis, yang disebut kolak.
Kolak merupakan camilan favorit selama bulan Ramadan.
Dari segi penyajiannya, kolak terbagi menjadi beberapa jenis. Ada kolak pisang, kolak ubi jalar, dan kolak “biji salak” (bola sagu).
Ternyata, nama ‘kolak’ itu sendiri memiliki makna yang dalam, menurut Okezone, Sabtu (25/3).
Asal-usulnya disebutkan dalam buku ‘Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia’ karya Fadly Rahman.
Fadly mengatakan kolak berasal dari kata ‘khalik’ yang dalam bahasa Arab berarti Sang Pencipta, yang merujuk pada Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa filosofi tersebut berasal dari setiap unsur di dalamnya, termasuk pisang kepok.
Baca: Menelusuri kenangan masa lalu sambil menikmati secangkir teh hangat
Kolak disajikan dengan mencampurkan santan dan gula merah (gula aren), dengan potongan pisang sebagai bahan utamanya. ‘Kepok’ sendiri dikaitkan dengan ‘kapok’, yang Kata “ch” berarti “merasa jera” dalam bahasa Jawa karena mengingatkan orang untuk bertobat dan tidak mengulangi dosa-dosa mereka.
Konon, kolak pada masa lalu juga digunakan sebagai makanan untuk menyebarkan ajaran Islam di Jawa oleh para ulama Muslim karena makanan, layaknya musik, bersifat universal.