Indonesia memperingatkan adanya ancaman ekonomi digital terhadap sumber daya air
Liga335 daftar – Indonesia memperingatkan ancaman ekonomi digital terhadap sumber daya air
Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, memperingatkan adanya ancaman baru terhadap keamanan air global di tengah pertumbuhan pesat ekonomi digital.Berbicara pada Konferensi Internasional Tingkat Tinggi ke-4 mengenai Dekade Aksi Internasional “Air untuk Pembangunan Berkelanjutan”, yang diselenggarakan di Dushanbe, Tajikistan, pada 25-28 Mei, ia memperingatkan adanya ancaman baru yang sering diremehkan terhadap keberlanjutan air.Ia mengatakan penambangan mineral kritis, infrastruktur AI, pusat data, dan industri digital kini mengonsumsi miliaran liter air setiap hari, dengan permintaan yang berlipat ganda setiap beberapa tahun.
“Air adalah sumber daya tak terlihat yang menggerakkan ekonomi digital. Jika dikelola dengan buruk, hal ini bisa menjadi krisis besar berikutnya di dunia,” kata Arrmanatha, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri pada hari Kamis. Ia juga memperingatkan bahwa sistem multilateral yang diandalkan untuk mengatasi tantangan air global kini sendiri sedang menghadapi krisis.
Oleh karena itu, ia menyerukan agar reformasi PBB yang sedang berlangsung lebih berfokus pada Indonesia sangat berkomitmen untuk mengatasi krisis air di masa depan. Arrmanatha mengatakan bahwa Indonesia tetap berkomitmen untuk memimpin upaya regional dan global dalam mengatasi tantangan ketahanan air dan iklim. Sejak menjadi tuan rumah Forum Air Dunia ke-10 di Bali pada tahun 2024, Indonesia telah mendirikan Pusat Keunggulan untuk Ketahanan Air dan Iklim.
Selama dua tahun terakhir, Indonesia telah memberikan pelatihan ketahanan air dan iklim kepada lebih dari 2.000 peserta dari lebih dari 40 negara di kawasan Asia-Pasifik. Indonesia juga mempelopori resolusi Majelis Umum PBB mengenai Hari Danau Sedunia untuk mendukung perlindungan ekosistem danau secara global.
Arrmanatha menambahkan bahwa Indonesia menempatkan infrastruktur air sebagai prioritas utama dalam pembiayaan strategis nasional, termasuk melalui dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) miliknya, Danantara. Dalam konferensi tersebut, ia menguraikan empat prioritas untuk mewujudkan komitmen Indonesia di bidang air: memperkuat kerja sama regional, meningkatkan investasi strategis di sektor air, mempersiapkan tata kelola air di masa depan dalam era kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital, “era ini, serta mempercepat reformasi PBB dalam tata kelola air global.” “Dunia memiliki pengetahuan, modal, dan teknologi.
Yang masih kurang adalah kemauan politik kolektif dan sistem multilateral yang efektif serta cukup berani untuk mempercepat tindakan di bidang air,” katanya.