Para ayah di Indonesia didorong untuk mendukung anak-anak mereka di sekolah
Liga335 – Para Ayah di Indonesia Didesak untuk Mendukung Anak-Anak di Sekolah
Berita terkait: Pemerintah RI melatih 655 orang tua asuh untuk program sekolah nasional
Jakarta (ANTARA) – Menteri Kependudukan Indonesia mendesak para ayah untuk berperan lebih besar dalam mendukung anak-anak, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, dengan menyatakan bahwa keterlibatan orang tua yang lebih kuat sangat penting bagi perkembangan anak dan kesejahteraan keluarga.Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji menyambut baik kebijakan pemerintah yang mengizinkan para ayah terlambat masuk kerja saat mengantar anak-anak mereka pada hari pertama sekolah. “Kebijakan ini menegaskan bahwa para ayah tidak boleh dikenai potongan gaji karena terlambat masuk kerja setelah mengantar anak-anak mereka ke sekolah.
Para ayah harus berperan aktif dalam pengasuhan anak,” kata Wihaji pada hari Senin. Ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki populasi sekitar 278 juta jiwa dan sekitar 74 juta keluarga. Sekitar 46 juta keluarga memiliki anak berusia 10 hingga 24 tahun, termasuk keluarga yang membesarkan anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan dukungan lebih besar, katanya.
“Anak-anak berkebutuhan khusus “Anak-anak berkebutuhan khusus bukanlah anak-anak yang memiliki kekurangan. Mereka memiliki kelebihan yang belum sepenuhnya terungkap. Kami menghargai para guru yang terus membantu mengembangkan potensi mereka,” kata Wihaji.
Ia mengatakan data pemerintah menunjukkan sekitar 25 persen anak-anak Indonesia mengalami “ketiadaan sosok ayah,” yang merujuk pada tidak adanya sosok ayah yang aktif.Ia mengatakan kondisi tersebut sering kali disebabkan oleh para ayah yang lebih fokus pada pekerjaan dan keterlibatan mereka dalam pendidikan serta perkembangan anak-anak mereka terbatas. “Para ayah sebaiknya meluangkan waktu setidaknya 30 menit hingga satu jam setiap hari untuk berbicara dengan anak-anak mereka karena komunikasi dan interaksi sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan yang sehat,” ujarnya.