Setidaknya 4 ‘agen’ di Singapura membeli bayi dari jaringan perdagangan manusia asal Indonesia, kata tersangka di pengadilan Bandung

Setidaknya 4 ‘agen’ di Singapura membeli bayi dari jaringan perdagangan manusia asal Indonesia, kata tersangka di pengadilan Bandung

Setidaknya 4 ‘agen’ di Singapura membeli bayi dari jaringan perdagangan manusia asal Indonesia, kata tersangka di pengadilan Bandung

Liga335 – BANDUNG, Jawa Barat: Setidaknya empat orang di Singapura diduga terlibat dalam perdagangan sekitar selusin bayi asal Indonesia dengan kedok adopsi, demikian diungkapkan seorang terdakwa utama di hadapan pengadilan Indonesia baru-baru ini. Menurut catatan pengadilan yang dilihat oleh , Lie Siu Luan, yang juga dikenal sebagai Lily, 70 tahun, mengaku dalam sidang pada 26 Mei di hadapan tiga hakim yang memimpin kasus tersebut bahwa ia telah menyelundupkan setidaknya 12 bayi ke Singapura dan menerima bayaran antara S$17.000 (US$13.

205) hingga S$21.600 per anak. Delapan belas perempuan dan seorang laki-laki saat ini sedang diadili di Pengadilan Negeri Kota Bandung dan didakwa telah menjual setidaknya 34 bayi antara tahun 2022 dan 2025, termasuk Lily, yang menurut jaksa penuntut umum merupakan otak dan pemimpin di balik operasi tersebut.

Dia mengatakan kepada pengadilan bahwa dia pertama kali dihubungi oleh seseorang bernama “John” pada akhir tahun 2022. John, yang digambarkan Lily sebagai seorang notaris dari Singapura, memberitahunya bahwa ada sepasang suami istri dari Kota Singa yang ingin mengadopsi seorang anak dari Indonesia. Lily mengaku bahwa dia tidak mengetahui identitas asli John, meskipun sudah mengenalnya sejak tinggal di Singapura selama sekitar satu tahun pada akhir tahun 2010-an.

Lily mengatakan kepada pengadilan bahwa ia akhirnya menemukan sepasang suami istri asal Indonesia yang tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat, yang kesulitan membiayai persalinan anak mereka. Terdakwa memberikan uang sebesar 58 juta rupiah (US$3.200) kepada pasangan asal Indonesia tersebut untuk membayar tagihan rumah sakit, sebagai imbalan atas anak mereka.