Berita arkeologi: Lukisan gua tertua di dunia ditemukan di Indonesia

Berita arkeologi: Lukisan gua tertua di dunia ditemukan di Indonesia

Berita arkeologi: Lukisan gua tertua di dunia ditemukan di Indonesia

Taruhan bola – Para ahli arkeologi telah memaparkan penemuan mereka berupa lukisan babi berukuran asli yang terukir di dinding sebuah gua di Pulau Sulawesi, Indonesia. Gambar tersebut menggambarkan babi hutan berkutil, yang merupakan spesies yang hingga kini masih endemik di pulau tersebut. Namun, yang lebih penting lagi, penemuan ini menjadi bukti paling awal adanya pemukiman manusia di wilayah tersebut serta seni gua tertua yang diketahui di dunia.

Kami menggunakan data pendaftaran Anda untuk menyajikan konten sesuai dengan persetujuan Anda dan untuk meningkatkan pemahaman kami tentang Anda. Hal ini mungkin mencakup iklan dari kami dan pihak ketiga berdasarkan pemahaman kami. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Baca Kebijakan Privasi kami Lukisan gua tersebut berukuran sekitar 53 x 21 inci (136 x 54 cm), menjadikannya penggambaran hewan yang sangat realistis. Artikel berlanjut di bawah IKLAN Manusia telah memburu babi kutil di seluruh Sulawesi selama puluhan ribu tahun, dan hewan ini sering muncul dalam seni prasejarah. Menurut arkeolog Indonesia dan mahasiswa program doktoral Basran Burhan, banyak babi kutil semacam itu muncul dalam Ice A Seni zaman Ge-era.

Gambar tersebut dilukis di dinding gua Leang Tedongnge menggunakan pigmen oker merah. Artikel berlanjut di bawah IKLAN Dua jejak tangan yang berbeda terlihat di sebelah kiri hewan tersebut, dan dua lukisan babi lainnya yang hanya tersisa sebagian ditemukan di dekatnya. Artikel berlanjut di bawah IKLAN Adam Brumm, rekan penulis studi dan Profesor dari Pusat Penelitian Evolusi Manusia Australia di Griffith, mengatakan: “Lukisan babi berbenjol Sulawesi yang kami temukan di gua batu kapur Leang Tedongnge kini merupakan karya seni representasional tertua yang diketahui di dunia, sejauh yang kami ketahui.

BACA LEBIH LANJUT: Penemuan arkeologi yang ‘menulis ulang’ sejarah Inggris terbukti berusia 1.