Kebijakan Perikanan Baru Indonesia Bertujuan Mencapai Keberlanjutan dan Pertumbuhan Ekonomi, Kata Seorang Pejabat
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia menyatakan bahwa kebijakan penangkapan ikan berbasis kuota diterapkan untuk meningkatkan hasil tangkapan perikanan dan menciptakan keseimbangan antara aspek ekonomi dan ekologi di sektor kelautan dan perikanan. Tb.
Haeru Rahayu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian tersebut, mengatakan pada Sabtu bahwa kuota tersebut diberikan kepada nelayan lokal dan bukan untuk tujuan komersial atau industri, termasuk penelitian, pelatihan, atau rekreasi. Kebijakan ini diberlakukan untuk menciptakan manfaat yang optimal dan berkelanjutan serta untuk memastikan kelestarian sumber daya ikan. Penangkapan ikan terukur akan diterapkan di enam zona di 11 kawasan pengelolaan perikanan.
“Kegiatan penangkapan ikan akan dilakukan berdasarkan pengendalian hasil dengan memanfaatkan potensi sumber daya ikan yang ada,” kata Rahayu. Ia menjelaskan bahwa Indonesia sebelumnya mengandalkan pengendalian input, yang membatasi efektivitasnya dalam mengelola sumber daya ikan. Kebijakan penangkapan ikan terukur ini diharapkan dibuat untuk menciptakan keseimbangan antara kelestarian ekologi, pertumbuhan ekonomi, dan pemanfaatan sumber daya perikanan yang adil, sehingga pengelolaan perikanan di Indonesia akan memasuki era baru yang didasarkan pada pengendalian hasil tangkapan.
Mengenai implementasi kebijakan tersebut, kementerian telah menetapkan Kota Tual dan Kepulauan Aru di Maluku sebagai proyek percontohan sebelum diterapkan di keenam zona. Kebijakan penangkapan ikan yang terukur ini juga merupakan upaya untuk memberikan keyakinan kepada pasar global bahwa Indonesia mampu menerapkan penangkapan ikan yang berkelanjutan.