Kemitraan di Indonesia menjadi landasan profitabilitas di wilayah utara
Liga335 daftar – Mulai dari peternakan sapi di Australia bagian utara hingga tempat penggemukan ternak di seluruh Indonesia, industri ekspor ternak memberikan manfaat yang jauh melampaui ranah perdagangan. Industri ini mendukung ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan hewan, serta membangun kemitraan yang kokoh yang berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB).
Indonesia merupakan salah satu pasar fokus dalam laporan tersebut, yang menyoroti pentingnya hubungan yang terjalin melalui perdagangan ini.
Temuan menunjukkan bahwa ternak Australia tidak hanya memberi makan masyarakat, tetapi juga memperkuat komunitas dan mempererat hubungan dengan mitra dagang utama seperti Indonesia.
Pembangunan ekonomi
Di Indonesia, perdagangan sapi hidup menyediakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan, menghasilkan sekitar A$929 juta dalam pendapatan grosir setiap tahun.
Sekitar 8.500 orang bekerja dalam bidang pemeliharaan sapi Australia, yang pada gilirannya menopang mata pencaharian di seluruh rantai pasokan, mulai dari pekerja di tempat penggemukan sapi dan staf rumah potong hewan hingga petani kecil.
Bagi produsen Australia, terutama di NT di mana jarak dari pasar domestik utama dapat membatasi pilihan penjualan lokal, Indonesia menjadi pasar yang sangat penting, menawarkan harga yang baik untuk sapi Australia serta menghargai kualitas dan konsistensi kawanan sapi di wilayah utara.
Mempertahankan perdagangan ini mendukung perekonomian regional, memungkinkan fleksibilitas pengelolaan kawanan, serta memperkuat profitabilitas dan keberlanjutan usaha peternakan.
Pengembangan Kapasitas
Pelatihan dan pertukaran pengetahuan merupakan inti dari keterlibatan Australia dengan Indonesia. Sejak 2021, lebih dari 14.000 orang telah menerima pelatihan mengenai kesejahteraan hewan, biosekuriti, dan efisiensi rantai pasokan, yang sebagian besar didorong dan didukung oleh perwakilan LEP di pasar.
Program-program seperti Asosiasi Peternak Sapi Wilayah Utara (Northern Territory Cattlemen’s Asso) Program Pastoral Indonesia–Australia telah membawa mahasiswa Indonesia ke peternakan-peternakan di Australia selama bertahun-tahun, sementara Kursus Singkat Australia Awards mendukung pengembangan profesional di seluruh kawasan. Inisiatif-inisiatif ini membangun kapasitas dan kepercayaan dalam rantai pasokan, memastikan ternak sapi Australia dikelola sesuai standar terdepan di dunia, serta mempertahankan kepercayaan pasar yang secara langsung mendukung kelangsungan perdagangan.
Ketahanan pangan dan gizi
Sapi yang dibesarkan di Australia dan diekspor menyumbang lebih dari 83.000 ton daging sapi (tidak termasuk jeroan) ke Indonesia setiap tahun, menyediakan sumber protein yang andal bagi hampir 28 juta orang. Hal ini membantu mengisi kesenjangan gizi di negara di mana pasokan domestik tidak dapat memenuhi permintaan.
Australia membiakkan dan memelihara sapi, sementara Indonesia memelihara sapi hingga siap dipotong untuk konsumsi lokal. Hubungan saling melengkapi ini mendukung ketahanan pangan Indonesia dan memberikan produsen Australia tujuan ekspor yang berharga dan konsisten. Permintaan yang andal terhadap ternak Australia memperkuat .
merencanakan populasi ternak dan meningkatkan produktivitas di dalam negeri sekaligus menyediakan daging segar dan bergizi bagi konsumen Indonesia.
Kesehatan dan kesejahteraan hewan
Penerapan Sistem Jaminan Rantai Pasok Eksportir (ESCAS), yang menjamin penanganan dan penyembelihan ternak ekspor secara manusiawi, telah membuka banyak peluang untuk membahas praktik kesejahteraan hewan di pasar tujuan kami. Di Indonesia, lebih dari 90 persen rumah potong hewan yang memproses sapi Australia kini menggunakan metode pemingsanan.
Forum Petugas Kesejahteraan Hewan yang didukung LEP (kolaborasi antara importir, GAPUSPINDO, dan eksportir), juga telah memainkan peran penting dalam meningkatkan standar kesejahteraan melalui pelatihan ekstensif mengenai kesejahteraan hewan, penelusuran, dan teknik penyembelihan.
Ketika wabah penyakit mulut dan kuku serta penyakit kulit benjolan terjadi pada tahun 2022, dukungan Australia membantu memvaksinasi lebih dari 400.000 hewan di Indonesia. Lokakarya juga memberikan pelatihan praktis kepada petani kecil mengenai vaksinasi dan biosekuriti.
Upaya-upaya ini melindungi untuk melindungi kawanan ternak di Indonesia dan Australia dengan memperlambat penyebaran penyakit sekaligus menjaga kelancaran perdagangan dan kepercayaan pasar.