Gempa bumi di Indonesia: Apa yang membuat Indonesia rentan terhadap gempa bumi dan tsunami yang tak kunjung henti
Slot online terpercaya – Tsunami di Indonesia: Momen gelombang RAKSASA menghantam bangunan 1769454761qLXl9hD6 Pada hari Jumat, gempa bumi dahsyat melanda Pulau Sulawesi, Indonesia, yang memicu tsunami setinggi 20 kaki di bagian timur pulau tersebut. Lebih dari 800 orang tewas akibat gempa bumi dan tsunami tersebut, namun pihak berwenang memperkirakan setidaknya 1.200 orang tewas.
Rekaman mengerikan menunjukkan gelombang raksasa menelan kota, menghanyutkan bangunan dan mobil di jalurnya. Gempa bumi pada hari Jumat ini terjadi 14 tahun setelah gempa bumi paling mematikan di Indonesia pada tahun 2014, yang menewaskan lebih dari 230.000 orang di seluruh pulau.
Dapatkan berita utama hari ini dari Inggris dan dunia serta lebih banyak lagi Berlangganan Alamat email tidak valid Kami menggunakan pendaftaran Anda untuk menyediakan konten sesuai persetujuan Anda dan untuk meningkatkan pemahaman kami tentang Anda. Hal ini mungkin mencakup iklan dari kami dan pihak ketiga berdasarkan pemahaman kami. Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja.
Baca Kebijakan Privasi kami Pada Hari Boxing Day tahun 2014, gempa bumi berkekuatan 9,1 skala Richter melanda ujung utara Sumatra di Indonesia, yang memicu gelombang tsunami setinggi 80 kaki yang menghantam pesisir Indonesia. Dampak tsunami Hari Natal masih terasa hingga kini, sementara negara ini terus berupaya pulih dari dampak dahsyatnya. Indonesia sangat rentan terhadap gempa bumi dan tsunami karena letaknya yang kurang menguntungkan di peta dunia.
Negara ini terletak di tepi tiga lempeng benua utama—lempeng Pasifik, Eurasia, dan Indo-Australia—serta lempeng Filipina yang jauh lebih kecil. Artikel berlanjut di bawah IKLAN Indonesia terletak di “Cincin Api” Pasifik, sehingga rentan terhadap gempa bumi Negara Asia Tenggara ini juga terletak di dalam “Cincin Api” Pasifik, yang berada di Samudra Pasifik tempat 90 persen gempa bumi dan letusan gunung berapi di dunia terjadi. Ahli meteorologi CNN, Allison Chinchar, mengatakan: “Tektonik lempeng dan Cincin Api adalah alasan utama mengapa Indonesia mengalami begitu banyak gempa bumi dan letusan gunung berapi.
“Bumi di bawahnya terus berubah dan terus bergerak.” Gempa bumi Gempa bumi terjadi ketika lempeng tektonik di dalam kerak bumi bertabrakan satu sama lain, melepaskan tekanan yang terakumulasi sehingga menimbulkan getaran hebat. Gempa bumi yang terjadi pada hari Jumat di Sulawesi menewaskan 844 orang.
Sementara itu, tsunami disebabkan oleh pergerakan mendadak di dasar laut — biasanya ketika lempeng-lempeng tersebut saling bergeser — yang menyebabkan air di atasnya bergerak dan memicu gelombang besar. Banyak penduduk di Indonesia tinggal di pesisir dataran rendah, sehingga mereka sangat rentan terhadap tsunami. Beberapa komunitas juga tinggal di dekat gunung berapi besar di pulau tersebut—yang terletak di tepi lempeng tektonik—dan wilayah-wilayah tersebut rentan terhadap gempa.
Beberapa gunung berapi juga terletak di “Cincin Api” yang terkenal, termasuk Gunung Rinjani di Lombok.