Angkatan Laut Indonesia menyelidiki kapal selam tak berawak yang diduga ditemukan di lepas pantai Lombok
Liga335 daftar – Angkatan Laut Indonesia menyelidiki dugaan kapal selam tak berawak yang ditemukan di lepas pantai Lombok
Berita terkait: Pemerintah Sulawesi Selatan berkoordinasi dengan Angkatan Laut terkait penemuan UUV asing
Jakarta (ANTARA) – Angkatan Laut Indonesia sedang menyelidiki sebuah kendaraan bawah air tak berawak (UUV) yang diduga ditemukan di perairan utara Gili Trawangan, Lombok, kata para pejabat pada Selasa. Juru Bicara Angkatan Laut Laksamana Muda Tunggul mengatakan tim ahli akan melakukan penilaian teknis mendalam untuk menentukan asal-usul, fungsi, dan data apa pun yang mungkin terkandung dalam perangkat tersebut. “Angkatan Laut akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengidentifikasi perangkat tersebut, termasuk asal-usul, tujuan, dan data yang tersimpan di dalamnya,” katanya saat mengonfirmasi kasus tersebut di Jakarta.
Objek tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat yang sedang berlayar di Selat Gili Trawangan Utara, di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Para nelayan melaporkan penemuan tersebut kepada personel angkatan laut terdekat, yang kemudian mengamankan dan mengevakuasi perangkat tersebut untuk penanganan lebih lanjut. Perangkat tersebut kemudian dipindahkan ke pos angkatan laut di Gili Air sebelum Perangkat tersebut dipindahkan pada hari yang sama ke pangkalan angkatan laut Mataram untuk diselidiki.
Di pangkalan tersebut, perangkat tersebut sedang diperiksa oleh polisi militer angkatan laut untuk memastikan penanganan yang tepat dan kepatuhan terhadap protokol penyelidikan. Pihak berwenang juga telah memasang garis polisi di sekitar objek tersebut untuk mengamankan lokasi dan mendukung penyelidikan yang sedang berlangsung. “Pemasangan garis polisi telah dilakukan untuk memastikan penyelidikan berjalan sesuai dengan prosedur standar,” kata Tunggul.
Berbagai spekulasi beredar bahwa perangkat tersebut mungkin merupakan drone pengintai bawah air yang terkait dengan perusahaan swasta Tiongkok. Namun, Tunggul mengatakan Angkatan Laut belum dapat mengonfirmasi laporan tersebut hingga hasil analisis teknis keluar. Ia menekankan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan kesimpulan hanya akan diambil setelah semua temuan diverifikasi.
Angkatan Laut menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia dari aktivitas yang tidak sah. Mereka memperingatkan agar tidak menggunakan perangkat bawah air penggunaan peralatan oleh pihak yang tidak berwenang di perairan Indonesia, dengan alasan potensi risiko terhadap keamanan nasional. Penemuan ini menyoroti meningkatnya kekhawatiran atas keberadaan perangkat tak dikenal di jalur laut strategis di seluruh kepulauan.
Sebelumnya, Tim Penjinak Bom Kepolisian Nusa Tenggara Barat memastikan tidak ada bahan peledak dalam benda mirip torpedo yang ditemukan oleh nelayan di dekat Gili Trawangan. ““Hasil awal menunjukkan bahwa benda tersebut bebas dari bahan peledak dan zat radioaktif,” kata Kepala Kepolisian Lombok Utara, Komisaris Besar Agus Purwanta, pada Senin.Selain itu, polisi menyerahkan penanganan lebih lanjut temuan tersebut kepada Pangkalan Angkatan Laut Indonesia di Mataram.
“Kami telah menyerahkannya kepada Angkatan Laut Indonesia untuk penanganan lebih lanjut, termasuk identifikasi teknis yang mendalam,” kata Purwanta.