Produksi Batubara Indonesia Mendekati 600 Juta Ton
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Produksi batu bara Indonesia mendekati kuota 600 juta ton, namun pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan volume produksi seiring fluktuasi harga komoditas, kata Tri Winarno, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. “Kami hampir mencapai 600 juta ton,” katanya saat ditemui di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada Senin, 6 April 2026.
Menurutnya, pelonggaran volume produksi batu bara dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan pendapatan negara melalui royalti. Namun, Tri mengatakan mekanisme pelonggaran tersebut tidak dapat diputuskan sebelum angka produksi yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKAB) 2026 ditetapkan. “Kami akan menurunkannya kembali jika mendeteksi kelebihan pasokan,” tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa produksi batu bara dan nikel akan dikurangi pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga harga pasar, karena harga batu bara sedang mengalami penurunan. Menurut Bahlil, kelebihan Produksi menyebabkan harga komoditas turun.
Akibatnya, para pengusaha perlu mendapatkan harga yang wajar sementara negara juga memperoleh pendapatan yang sesuai. “Jumlah batu bara yang diperdagangkan hanya sekitar 1,3 miliar ton. Indonesia memasok sekitar 500-600 juta ton, hampir 50 persen dari jumlah tersebut,” kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya pada Jumat, 19 Desember 2025.