Indonesia menargetkan ekspor budidaya perairan ke Arab Saudi untuk para jemaah haji.
Liga335 – Indonesia menargetkan ekspor perikanan budidaya ke Arab Saudi untuk jamaah haji Berita terkait: Indonesia menargetkan pasar haji Arab Saudi dengan beras Bulog Berita terkait: Indonesia akan mengekspor beras premium untuk jamaah haji di Arab Saudi Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjajaki dan memanfaatkan peluang ekspor ikan budidaya ke Arab Saudi, terutama untuk melayani jamaah haji, kata seorang pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).Ishartini, Kepala Badan Pengawasan dan Pengendalian Kualitas KKP, menjelaskan bahwa kementerian telah menjadi bagian dari tim terpadu yang dibentuk oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk mendorong inisiatif ini, dengan fokus khusus pada kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia.Dia mengatakan dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis bahwa pemerintah telah memulai pembicaraan dengan Otoritas Makanan dan Obat-obatan Arab Saudi (SFDA), mencari izin untuk pengiriman ikan budidaya Indonesia ke negara Teluk tersebut.
“Memang benar bahwa kami telah.” Belum mendapatkan izin, tetapi prosesnya sudah dimulai. Faktanya, kami telah memenuhi semua persyaratan yang diajukan oleh SFDA,” kata Ishartini.
Pejabat tersebut mengungkapkan optimisme bahwa tim lintas lembaga akan berhasil membuka jalan bagi Indonesia untuk memasok produk ikan dalam negeri kepada jemaah haji dan umrah.”Mari kita tunggu hasilnya. Kita dapat mengharapkan tim terpadu untuk ekosistem Haji dan Umrah membantu memungkinkan masuknya produk perikanan budidaya nasional ke pasar Arab Saudi,” ujarnya.
Menurut data KKP, produksi perikanan budidaya Indonesia mencapai 15,75 juta ton pada tahun 2024, dengan komoditas utama meliputi 9,85 juta ton rumput laut, 1,56 juta ton tilapia, 1,15 juta ton ikan lele, 798.864 ton ikan bandeng, 523.796 ton ikan mas, dan 381.
969 ton ikan pangasius. Rencana Indonesia untuk mengekspor komoditas perikanan budidaya untuk tujuan haji pertama kali diungkapkan oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam pertemuan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. (DPR) di Jakarta pada 10 Februari.
Inisiatif ini diluncurkan setelah Indonesia berhasil memperoleh izin untuk mengekspor beras dalam negeri ke Arab Saudi untuk musim haji tahun ini.