Shab-e-Barat 2026: Kapan malam ke-15 Sha’ban? Lihat tanggal yang benar, sejarah, dan makna Malam Pengampunan.
Liga335 daftar – Selain itu, banyak orang juga memilih untuk melaksanakan puasa sunnah (puasa sukarela) selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 13, 14, dan 15 Sha’ban—bertepatan dengan 2, 3, dan 4 Februari—sebagai cara untuk mencari berkah tambahan dan pahala spiritual selama periode suci ini. Malam suci Shab-e-Barat akan dirayakan mulai malam Selasa, 3 Februari, hingga Fajr (terbitnya matahari) pada Rabu, 4 Februari 2026. Pada hari ini, sebagian besar umat akan melaksanakan puasa pada tanggal 15 Sha’ban, yang jatuh pada Rabu, 4 Februari tahun ini.
“15 Sha’ban (Shab-e-Barat) akan dimulai pada malam Senin, 2 Februari 2026. Tanggal ini dapat berubah tergantung pada pengamatan bulan,” kata Islamic Relief Worldwide. Pada tahun 2026, Shab-e-Barat diperkirakan akan dirayakan dari malam Selasa, 3 Februari, hingga malam Rabu, 4 Februari, menurut kalender Hijri.
Shab-e-Barat, salah satu malam paling suci dalam kalender Islam, dirayakan pada malam ke-15 Sha’ban, bulan kedelapan dalam tahun lunar Islam. Dikenal sebagai ‘Malam Pengampunan’, ini adalah Waktu untuk refleksi spiritual yang mendalam, ketika para pengikut menghabiskan malam dalam doa, mencari rahmat ilahi, berkah, dan pengampunan dari Yang Maha Kuasa. Dari tanggal yang benar, sejarah hingga makna, inilah semua yang perlu Anda ketahui.
(Juga: Kalender Lengkap Pekan Valentine 2026: Ketahui 7 Hari Cinta Sebelum Hari Valentine 2026 pada 14 Februari) Sejarah dan Makna Shab-e-Barat 2026 Shab-e-Barat adalah salah satu malam paling suci dalam kalender Islam, dirayakan dengan penuh devotion dan refleksi spiritual. Di kalangan Muslim Syiah, malam ini diyakini menandai kelahiran Muhammad al-Mahdi, Imam ke-12. Di kalangan Muslim Sunni, dipercaya bahwa pada malam ini, Allah menyelamatkan Bahtera Nuh dari banjir.
Nama Shab-e-Barat berasal dari kata Persia “Shab”, yang berarti malam, dan kata Arab “Barat”, yang berarti pengampunan atau keselamatan. Dipercaya bahwa Allah menentukan nasib para pengikut-Nya untuk tahun mendatang pada malam ini, berdasarkan perbuatan mereka di masa lalu, menjadikannya waktu yang didedikasikan untuk mencari pengampunan dan rahmat ilahi. Beberapa tradisi juga menyebutkan bahwa Nabi Mu.
Hammad memasuki Kota Makkah pada malam ini, sementara versi lain menyebutkan bahwa Hazrat Aisha Siddiqa menyadari ketidakhadirannya dan menemukannya sedang berdoa di pemakaman Madinah, memohon ampunan untuk orang yang telah meninggal. Signifikansi Shab-e-Barat Shab-e-Barat secara luas dianggap sebagai malam penebusan dosa. Para pengikut berdoa dengan tulus, memohon ampunan atas dosa-dosa mereka dan berkah untuk tahun yang akan datang.
Banyak yang percaya bahwa Allah menentukan nasib setiap orang untuk tahun yang akan datang pada malam ini, dengan mempertimbangkan perbuatan mereka di masa lalu. Cara Merayakan Shab-e-Barat Shab-e-Barat dirayakan di seluruh Asia Selatan, termasuk India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Azerbaijan, dan Turki, serta negara-negara Asia Tengah seperti Uzbekistan, Tajikistan, Kazakhstan, Turkmenistan, dan Kyrgyzstan. Pada malam suci ini, umat Muslim berkumpul di masjid untuk berdoa dan memohon ampunan Allah.
Orang-orang juga mengunjungi makam orang-orang terkasih untuk berdoa. Tindakan amal, termasuk membagikan makanan dan bantuan keuangan kepada orang-orang yang membutuhkan, merupakan bagian penting dari perayaan ini. ion.
Manisan tradisional seperti Halwa dan Zarda disiapkan dan dibagikan kepada keluarga, teman, tetangga, dan orang miskin. Masjid-masjid sering dihias dengan indah, dan pembacaan Al-Qur’an serta pengumuman dilakukan sepanjang hari, hingga tiba waktunya shalat malam.