Jadwal Waktu Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia yang Mengakibatkan Pengunduran Diri CEO Bursa Efek Indonesia (IDX)
Taruhan bola – TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Eksekutif Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat, 30 Januari 2026, setelah terjadi penurunan tajam selama dua hari pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai acuan pasar. Berbicara kepada wartawan di ruang media BEI di Jakarta, Iman mengatakan ia mundur untuk bertanggung jawab atas gejolak yang terjadi di pasar modal Indonesia.
“Sebagai bentuk tanggung jawab saya atas apa yang terjadi dalam dua hari terakhir, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” katanya. Pada pagi hari Jumat, IHSG dibuka lebih tinggi, naik 88,88 poin atau 1,08 persen menjadi 8.321,08.
Iman berharap rebound ini akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
“Semoga IHSG kita, yang dibuka positif pagi ini, akan terus menguat,” kata Iman, yang menjabat sebagai CEO IDX sejak 2022. Berikut adalah garis waktu perkembangan kunci yang mendahului pengunduran diri Iman Rachman: 1.
MSCI Menunda Penyesuaian Portofolio Saham Indonesia Morgan Stanl MSCI (Morgan Stanley Capital International) sementara menunda penyesuaian bobot saham-saham besar Indonesia dalam indeksnya pada Selasa malam, 27 Januari 2026. MSCI mengutip kekhawatiran investor terkait transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. MSCI memperingatkan bahwa jika tidak ada kemajuan signifikan dalam isu transparansi, pihaknya akan meninjau status akses pasar Indonesia hingga Mei 2026.
Langkah ini memicu kekhawatiran bahwa Indonesia dapat diturunkan statusnya dari Pasar Emergen ke Pasar Frontier. 2. Perdagangan IHSG Dihentikan Selama Dua Hari Berturut-turut Sehari setelah pengumuman MSCI, IHSG anjlok tajam, memicu penghentian sementara perdagangan pada Rabu sore, 28 Januari 2026.
Perdagangan dihentikan lagi pada Kamis, 29 Januari 2026, pukul 09:26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah penurunan tajam lainnya. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggambarkan penjualan massal di pasar sebagai reaksi kejutan dari investor. Volatilitas tersebut sebagian besar didorong oleh.
y Kekhawatiran terkait kemungkinan penurunan peringkat pasar saham Indonesia setelah keputusan MSCI.
3. OJK dan IDX Mengumumkan Reformasi Pasar Modal Sebagai respons terhadap gejolak pasar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan IDX mengumumkan serangkaian langkah regulasi untuk menanggapi kekhawatiran MSCI.
Di antara langkah-langkah utama, regulator berencana menaikkan persyaratan free float minimum bagi perusahaan terdaftar menjadi 15 persen, dari 7,5 persen saat ini. Free float merujuk pada saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik.
OJK dan IDX juga berkomitmen untuk mengungkap data Pemilik Manfaat Akhir (UBO), yang mengidentifikasi pemilik sebenarnya dari saham likuid dan saham berkapitalisasi besar yang termasuk dalam indeks IDX100, guna meningkatkan transparansi.
Ketua OJK Mahendra Siregar mengatakan regulator telah mengajukan usulan penyesuaian kepada MSCI, termasuk kesiapan untuk mempublikasikan data kepemilikan saham untuk kategori investor korporasi dan lainnya yang memegang saham di bawah lima persen. Setelah pengumuman ini, IHSG rebound. Didirikan pada pagi hari Jumat, 30 Januari 2026.
Namun, pada hari yang sama, Iman Rachman secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO IDX. Anastasaya Lavenia turut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.