Teheran Tuding AS Picu Aksi Unjuk Rasa dan Ketidakstabilan Iran

Teheran (initogel daftar) — Ketegangan politik kembali mengemuka di Republik Islam Iran. Pemerintah di Teheran secara terbuka menuding Amerika Serikat berada di balik rangkaian aksi unjuk rasa dan ketidakstabilan yang belakangan terjadi di sejumlah wilayah negara itu. Tuduhan tersebut disampaikan di tengah situasi domestik yang sensitif, ketika tekanan ekonomi dan keresahan sosial masih membekas di kehidupan warga sehari-hari.

Bagi pemerintah Iran, gejolak di jalanan bukan semata ekspresi spontan, melainkan bagian dari apa yang mereka sebut sebagai intervensi asing terselubung—upaya sistematis untuk melemahkan kedaulatan negara dari dalam.


Tuduhan Campur Tangan Asing

Otoritas Iran menyatakan bahwa Washington menggunakan berbagai instrumen—mulai dari tekanan politik, sanksi ekonomi, hingga dukungan terhadap kelompok oposisi—untuk memicu ketidakpuasan publik. Menurut pejabat Teheran, pola ini bukan hal baru dan telah berulang dalam sejarah hubungan kedua negara.

“Ketidakstabilan ini bukan kebetulan,” ujar seorang pejabat senior pemerintah Iran. “Ada aktor eksternal yang terus berupaya memanfaatkan kesulitan ekonomi rakyat demi tujuan politik.”

Iran menilai sanksi berkepanjangan dari Amerika Serikat telah memperberat kondisi hidup warga, lalu digunakan sebagai bahan bakar untuk mendorong aksi protes yang lebih luas.


Perspektif Kedaulatan dan Keamanan Publik

Dari sudut pandang Teheran, menjaga stabilitas nasional adalah bagian dari perlindungan keamanan publik. Pemerintah menegaskan bahwa unjuk rasa yang berujung kerusuhan atau kekerasan akan ditangani sesuai hukum, dengan dalih melindungi warga dari eskalasi konflik.

Namun pemerintah juga mengakui bahwa tekanan ekonomi dan sosial menjadi tantangan nyata. Inflasi, lapangan kerja terbatas, dan dampak sanksi telah menyentuh lapisan masyarakat bawah—menciptakan ruang rapuh yang mudah dipolitisasi.


Human Interest: Warga di Antara Dua Narasi

Di balik pernyataan keras negara, ada kehidupan warga yang berjalan di antara dua narasi besar: kedaulatan dan keseharian. Seorang pedagang kecil di Teheran berkata lirih, “Kami tidak memikirkan politik besar. Kami hanya ingin harga stabil dan hidup tenang.”

Bagi banyak warga, unjuk rasa adalah ekspresi frustrasi ekonomi, bukan agenda geopolitik. Namun ketika aksi turun ke jalan dibingkai sebagai ancaman stabilitas, ruang dialog menjadi sempit, dan ketegangan kian mudah tersulut.


Hukum, HAM, dan Sorotan Internasional

Isu penanganan unjuk rasa di Iran kerap mendapat sorotan komunitas internasional, terutama terkait hak berkumpul dan kebebasan berekspresi. Iran, di sisi lain, menegaskan bahwa setiap negara berhak menjaga ketertiban umum sesuai hukum nasionalnya dan menolak apa yang mereka anggap sebagai standar ganda.

Ketegangan ini membuat hubungan Iran–AS terus berada di jalur konfrontatif. Dialog diplomatik terbatas, sementara saling tuding menjadi bahasa yang lebih sering terdengar.


Jalan Panjang Stabilitas

Tudingan Teheran terhadap Washington menegaskan bahwa ketidakstabilan Iran tidak hanya dibaca sebagai persoalan domestik, tetapi juga bagian dari tarik-menarik geopolitik. Selama tekanan ekonomi dan politik berlangsung, risiko gejolak sosial akan tetap ada—dengan warga sipil sebagai pihak yang paling merasakan dampaknya.

Di tengah situasi ini, harapan banyak warga sederhana: stabilitas yang nyata, ruang hidup yang lebih pasti, dan jalan keluar yang tidak selalu bermuara pada saling menyalahkan. Karena pada akhirnya, di balik setiap demonstrasi dan pernyataan politik, ada manusia yang ingin hidup aman, bermartabat, dan didengar.