Film Dokumenter Tionghoa-Indonesia Mengeksplorasi Identitas Melalui Ritual Keluarga di Pasar Jaff
Slot online terpercaya – Sebuah proyek dokumenter baru, “Aku, Monyet Kesayangan Ibuku”, yang digarap oleh sutradara Ivonne Kani, meneliti identitas Tionghoa-Indonesia melalui lensa dinamika keluarga antargenerasi di Pasar Jaff perdana di Yogyakarta. Film ini mengikuti perjalanan Kani selama setahun menjelajahi warisan budayanya melalui ritual tradisional Tionghoa termasuk Tahun Baru Imlek, Hari Pembersihan Makam (Qing Ming), dan Festival Titik Balik Matahari Musim Dingin (Dongzhi). Mengambil paralelisme dengan Raja Kera dari film “Journey to the West”, Kani mendokumentasikan hubungannya dengan sang ibu sambil membahas kompleksitas menjadi etnis Tionghoa di Indonesia.
“Melalui film ini, saya bertujuan untuk menghadapi ketegangan antara pilihan pribadi saya dan ekspektasi budaya keluarga saya,” ujar Kani, yang memposisikan dirinya di belakang dan di depan kamera dengan mengenakan topi baja yang terinspirasi dari Sun Wukong (Raja Kera). Perjalanannya terutama dipengaruhi oleh pengalaman ibunya yang mengalami menopause, yang mendorongnya untuk merenung pada ekspektasi masyarakat terhadap perempuan.