10 Negara dengan Tingkat Kejahatan Terorganisir Terendah

10 Negara dengan Tingkat Kejahatan Terorganisir Terendah

10 Negara dengan Tingkat Kejahatan Terorganisir Terendah

Slot online terpercaya – TEMPO.CO, Jakarta – Tingkat kejahatan, bersama dengan indikator-indikator utama lainnya seperti stabilitas politik, menentukan kemampuan suatu negara dalam menjamin kesejahteraan warga negaranya secara keseluruhan. Penegakan hukum yang baik dan hukuman yang tegas sering kali memengaruhi tingkat kejahatan suatu negara sehingga menunjukkan tren penurunan.

Indeks Kejahatan Terorganisir Global (GOCI) menyajikan data komprehensif yang mengukur tingkat kejahatan terorganisir di dunia berdasarkan negara. Berikut ini gambaran lengkap negara-negara dengan tingkat kejahatan terorganisir terendah. 10 Negara dengan Tingkat Kejahatan Terorganisir Terendah Menurut Indeks Kejahatan Terorganisir Global, Tuvalu dan São Tomé dan Príncipe memegang gelar sebagai negara dengan tingkat kejahatan terendah yang tercatat pada tahun 2023.

Baca terus untuk mengetahui tentang pesaing-pesaing lain yang patut diperhitungkan dalam daftar di bawah ini. 1. Tuvalu Terletak di Samudra Pasifik bagian barat tengah, Tuvalu adalah negara dengan tingkat kejahatan terendah, dengan perkiraan tingkat kejahatan sebesar 1,61.

Dengan sedikit peluang ekonomi dan pasar perdagangan yang kurang menarik, Tuvalu memiliki tingkat kejahatan yang sangat rendah. Tingkat kejahatan yang tercatat rendah, terutama dalam hal penyelundupan manusia dan kecelakaan senjata api. 2.

Sao Tome dan Principe Dengan tingkat kejahatan yang sangat rendah, Sao Tome dan Principe menunjukkan sedikit bukti adanya aktivitas keuangan ilegal seperti pencucian uang. Meskipun protokol yang berlaku saat ini di negara tersebut belum memenuhi standar global, pemerintah diyakini sedang menangani kekurangan tersebut sebagai respons terhadap penegakan peraturan keuangan tambahan. 3.

Nauru Hanya ada sedikit laporan tentang penyelundupan manusia di Nauru dalam beberapa tahun terakhir, yang menunjukkan bahwa negara ini memiliki risiko minimal untuk menjadi tujuan global atau negara transit bagi kegiatan ilegal semacam itu. Selain itu, semua impor senjata api, senjata, dan bahan peledak dilarang secara ketat oleh undang-undang, sehingga tidak ada senjata api yang dimiliki secara pribadi, baik yang legal maupun ilegal. 4.

Liechtenstein Dengan Skor Kejahatan sebesar 2,27, Liechtenstein menunjukkan lingkungan yang aman bagi warganya berkat tidak adanya senjata api ilegal dan penggunaan narkoba ilegal. Pemerintah menegaskan terkait transparansi anggaran negara, kontrak pengadaan, dan informasi relevan lainnya guna menjaga lingkungan yang bebas korupsi di semua tingkatan pemerintahan. 5.

Vanuatu Sebagai bagian dari kawasan Oseania, Vanuatu rentan terhadap keberadaan pasar narkoba yang melibatkan negara-negara tetangga seperti Australia dan Selandia Baru. Berdasarkan laporan dari pihak berwenang setempat, telah terjadi kasus-kasus serius terkait narkoba ilegal yang melibatkan wisatawan internasional sebagai pelaku utama. 6.

Samoa Secara umum, Samoa memiliki situasi politik yang stabil dengan tingkat kejahatan terorganisir yang relatif rendah. Negara ini merupakan contoh kerja sama internasional yang kuat dengan negara-negara Pasifik lainnya melalui Pusat Koordinasi Kejahatan Transnasional Pasifik (PTCCC). 7.

Kiribati Kiribati memberikan tingkat kemandirian yang tinggi kepada sektor medianya, mendukung lingkungan yang bebas dari campur tangan. Pada tahun 2018, negara ini menandatangani perjanjian untuk membangun koneksi internet berkecepatan tinggi, yang memungkinkan akses yang lebih luas ke berbagai konten media. 8.

Kepulauan Marshall Sistem peradilan di Kepulauan Marshall, yang terdiri dari hakim-hakim yang ditunjuk oleh kabinet dan badan legislatif, beroperasi tanpa campur tangan politik. Dalam kasus-kasus biasa, pihak berwenang tidak melakukan penangkapan dan penahanan sewenang-wenang. Sebaliknya, pengacara disediakan untuk membantu terdakwa yang tidak mampu.

9. Monako Monako secara luas diakui sebagai salah satu negara teraman dengan tingkat kejahatan terorganisir terendah. Menurut data tahun 2023, meskipun negara ini menghadapi ancaman berulang dari serangan malware terhadap lembaga pemerintah dan publik, belum ada bukti bahwa kelompok kejahatan siber telah menyusup ke Monako.

10. Dominika Tata kelola yang akuntabel memainkan peran kunci dalam menciptakan lingkungan yang adil di dalam sistem peradilan independen Dominika. Meskipun kekurangan staf dan tidak efisien, pengadilan negara ini belum terlibat dalam laporan besar mengenai pelanggaran institusional.